Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

KPC-PMI Kunjungi Banawa - Kembali Salurkan 350 School Kits Sosial & Kesehatan

SEMANGAT: Tim KPC-PMI peduli pendidikan saat berada di SMKN 1 Banawa bersama anak-anak sekolah di Kabupaten Donggala. Foto: Irfan/humas


DONGGALA-Hari kedua tepatnya Selasa, (27/11/2018) kunjungan Misi Kemanusiaan Peduli Pendidikan Anak Palu bergeser ke Kecamatan Banawa di Kabupaten Donggala. Tim karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama PMI Kutai Timur (Kutim) dan PMI Sulawesi Tengah (Sulteng) secara simbolis menyerahkan 350 Paket School Kits untuk 4 sekolah yang terkenda dampak gempa tsunami cukup parah yaitu SD YPPI, SDN 016, SMPN 3, SMKN 1 Banawa. Lokasi penyerahan bantuan di Lapangan Upacara SMKN 1 Banawa.

Ketua KPC-PMI Peduli Pendidikan Anak Palu Felly Lung didampingi Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus Wio Doi dan Serikat Pekerja di lingkungan kerja PT KPC diterima langsung oleh Kepala SMKN 1 Banawa Hamka.

Felly dalam sambutan singkatnya menegaskan bantuan ini merupakan inisiasi seluruh karyawan PT KPC yang menyisihkan sebagian gajinya untuk peduli korban gempa tsunami di Sulteng. 

“Donggala tidak luput dari perhatian kita, karena sesuai data yang direkomendasikan oleh PMI, sekolah-sekolah di Banawa perlu peralatan belajar pasalnya sebagian rumah mereka diterjang dampak bencana pada Jumat (28/9/2018) yang lalu. Kami ingin membangkitkan semangat belajar anak-anak sekolah di Donggala,” kata Superintendent Public Communications PT KPC tersebut.

Bendahara DPD KNPI Kutim tersebut juga menambahkan dari hasil bantuan School Kits jangan dilihat seberapa besar barang ini namun lebih ke manfaatnya.

“Semoga bantuan ini bisa digunakan anak-anak sekolah di Banawa. Momen ini pun menjadi bukti kekuatan bersama dari Kutim untuk Palu dan Donggala,” tuturnya.

Di Banawa ini pun menjadi lokasi terakhir tim karyawan KPC-PMI menyerahkan bantuan. Seharusnya perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Sigi, namun karena akses sulit adanya sistem akses jalan buka tutup akibat dampak longsor, perjalanan diurungkan. 

Menurut Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus, tim mengurungkan niat ke Sigi pasalnya pertimbangan akses jalan masuk dan waktu perjalanan 3 jam cukup lama.

“Untuk Sigi, tim sudah mempercayakan ke teman-teman PMI Sulteng dalam proses distribusi. Jadi kami sudah sepenuhnya dibantu. Teman-teman bekerja secara profesional,” tutupnya. (hms13)


Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58