Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Tes CPNS Kutim Dipastikan Transparan Peserta Akan Diawasi 210 Pengawas Pemerintahan

SANGATTA- Sekkab Ismunandar menjamin pelaksanaan tes seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2013 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan berlangsung sangat transparan. Artinya mulai dari pendistribusian soal, mulai waktu tiba di Balikpapan pada 1 November hingga diterima masing-masing peserta pada 3 November akan mendapat pengawasan oleh petugas keamanan. Selain itu, soal tes dijamin tidak bocor karena box bahan ujian disimpan, dikunci dan disegel dengan tiga jenis gembok yang berbeda. Kemudian masing-masing  kunci ruangan dipegang serta di jaga keamanannya oleh kepolisian, inspektorat dan Kepala BKD. Alasan lain yang memperkuat alasan bahwa tes CPNS murni adalah karena hasil dari TKD akan diseleksi langsung oleh Panselnas di Jakarta.  

“Pelaksanaan tes CPNS tahun 2013 ini akan berlangsung adil, jujur dan transparan. Jadi peserta dengan hasil tes terbaiklah yang akan lulus,” kata Ismu, sapaan akrab Ismunandar saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2013 di Ruang Arau, Kantor Bupati, Bukit Pelangi Kamis (31/10) kemarin.

Rapat dimaksud dipimpin langsung oleh Ismuandar selaku Ketua Panitia. Memulai Rapat Ismunandar terlebih dahulu mempersilahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) M Joni untuk menjelaskan materi yang akan dibahas. Oleh Joni dipaparkan materi rapat mulai dari jumlah peserta tes CPNS, mekanisme pelaksanaan tes hingga rencana teknis pengawasan oleh panitia kepada peserta pada hari Minggu (3/11) nanti.

“Seleksi CPNS tahun 2013 ini melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KeMENPAN RB), BKN (Badan Kepegawaian Nasional) serta konsorsium perguruan tinggi,” kata Joni dihadapan peserta rapat.

Disebut olehnya tes peserta CPNS yang akan diselenggarakan di lima lokasi berbeda itu akan diawasi oleh 210 pengawas dibawah koordinasi lima koordinator, dengan menggunakan sekitar 105 ruangan. Menampung 3.309 peserta dari formasi umum dan 334 orang dari tenaga honorer K2 (kategori 2). Keterlibatan Panselnas (panitia seleksi nasional), Panselprov (panitia seleksi provinsi) dan Panselkab (panitia seleksi kabupaten) menjadikan pengawasan dalam ujian ini semakin terasa ketat.

Dalam rapat yang juga diikuti oleh perwakilan Polres Kutim, Ispektorat Wilayah Kabupaten, Satpol PP serta intansi terkait lainnya ini, Kepala BKD menjelaskan detail mekanisme pelaksanaan serah terima box bahan ujian dari panitia provinsi hingga ke kabupaten, penyimpanan, penyerahan amplop naskan soal ujian dan formulir LJK ke tempat ujian hingga pelaksanaan ujia TKD (tes kompetensi dasar). Setelah ujian selesa maka akan dilakukan pengumpulan naskan soal ujian dan LJK hasil tes, yang kemudian dimusnahkan di BKD Kutim. Terakhir LJK hasil TKD akan disampaikan oleh BKD Kutim kepada panitia seleksi nasional. Joni juga menjelaskan pembagian tugas dari masing-masing instansi dan aparat keamanan terkati pelaksanaan tes CPNS dimaksud. Menurut Joni sebelum pelaksanaan tes dimaksud, pihaknya akan menyelenggarakan bimbingan teknis bagi seluruh pengawas. Sehingga petugas pengawas dapat benar-benar memahami tugas pokok dan fungsinya. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperlancar penyelenggaraan tes CPNS. Para pengawas juga akan dibekali teknik mengantisipasi adanya jokey (pengganti) peserta tes. (kmf4)



Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58