Humas Kutim

  • SUKSESKAN GERBANG DESA MADU (GRAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN TERPADU)

Jumantik Berperan Cegah Demam Berdarah Sosial & Kesehatan

Jumantik (juru pemantau jentik nyamuk) diharapkan mampu memberikan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah didaerah ini. Hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menurunkan kasus demam berdarah.

WABUP Ardiansyah Sulaiman mengatakan demam berdarah merupakan penyakit yang bisa  dicegah. Karena faktor penyebabnya bisa terlihat, yakni jentik nyamuk Aedes aegypti, sehingga pencegahannya pun dapat dilakukan secara terprogram. Berbeda dengan sakit kepala atau maag yang penyebabnya beragam.


“Sekarang yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara kita mengefektifkan, menyederhanakan  program dengan rancangan anggaran guna melakukan upaya pencegahan tersebut. Sehingga kegiatan pemberatasan nyamuk dan penyakit demam berdarah dapat berhasil secara optimal,” ujar Ardiansyah.


Sedangkan Kadis Kesehatan Hj Aisyah mengatakan, untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah diperlukan peran semua pihak. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah pemusnahan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.


Dinas Kesehatan bekerjasama dengan stakeholder seperti PT KPC telah melaksanakan program pencegahan, yakni mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi kader. Melalui kegiatan kerjasmaa ini, dalam kurun waktu tiga tahun terjadi peningkatan kasus atau sekitar 0,6 persen. Walaupun rata-rata angka kematian akibat demam berdarah masih dibawah angka rata-rata nasional yaitu 1 persen.


“Sejak 2009 kita telah bentuk kader jumatik di beberapa titik rawan demam berdarah dengan menempatkan 2 orang kader di 1 RT. Tahun 2013 jumlah kader jumantik mencapai 398 orang dan tersebar seluruh Kutim,” sebut Aisyah.
Kendati demikian, masih perlu lebih dioptimalkan dan dimaksimalkan lagi, khususnya terkait program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).  Dijelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan kasus DBD diantaranya migrasi, sehingga diperlukan evaluasi. Salah satunya melalui pekan jumantik yang digelar tiap tahun, agar kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan sebelumnya bisa diminimalisasi.


“Penyakit demam berdarah mempunyai siklus tertentu, dimana setiap 5 tahun terjadi peningkatan di setiap kota di Indonesia. Dari evaluasi program PSN yang secara terknis digerakkankader jumantik, secara umum sudah berjalan dengan baik. Walau ada beberapa kendala, kami harapkan kader yang bekerja sukarela sebagai wakil masyarakat bisa terus semangat untuk menjalankan perannya. Sekaligus menurunkan angka kematian akibat penyakit demam berdarah ini. Kami (Diskes) berkerjasama dengan PT KPC siap melatih dan membianyai para kader jumantik khusus di Kecamatan Bengalon,” tukas Aisyah.


Jumantik ialah juru pemantau jentik yang bertugas memeriksa genangan-genangan air di dalam maupun luar rumah, menemukan larva yang terdapat di dalam tempat-tempat yang dapat menampung air. Kemudian mengidentifikasi rumah-rumah yang tidak berpenghuni dan mengajak pemilik rumah atau bangunan untuk berpartisipasi dalam PSN secara teratur.
Peran jumantik atau kader sangat penting untuk menggerakkan peran masyarakat dalam gerakan pengendalian DBD. Para jumantik bukan berarti harus membersihkan rumah-rumah orang, tetapi bertugas sebagai motivator masyarakat dan penyuluh agar meningkatkan kesadaran masyarakat guna menjaga kebersihan lingkungan rumahnya, penurun panas yang paling aman, yaitu paracetamol. (*/kmf)



Berita Terkait



58 Peserta Berebut jadi yang Terbaik

SANGATTA- Pelaksanaan lomba...

Rabu, 24 Juli 2013 10:58:50

Lomba Penulisan Otda antar Pelajar di Manado

BERSAMA. Pemenang sayembara...

Rabu, 24 Juli 2013 11:02:12

Empat Orang Gepeng Diamankan

DITANYA. Anggota Satpol PP ...

Kamis, 25 Juli 2013 10:10:57

KPP Maksimalkan TPA Batota

SANGATTA- Tempat Pembuangan...

Kamis, 25 Juli 2013 10:14:58