SANGATTA - Tim penanggulangan melalui Dinas Sosial telah memasang spanduk pemberitahuan penutupan lokalisasi Kampung Kajang Rabu (30/1) lalu. Spanduk yang tepat dipasang di pintu gerbang lokalisasi itu, sesuai SK Bupati Nomor 462.3/K.92/2013 tanggal 21 Januari 2013 tentang penutupan lokalisasi Kampung Kajang. Dengan keputusan ini, maka kegiatan prostitusi di lokasi tersebut kini dilarang.

Sebelum memasang spanduk, tim melakukan rapat koordinasi di Kantor Dinas Sosial, Kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi yang dipimpin Kepala Dinas Sosial Mugeni, dihadiri Kapolsek AKP Sumarno, Pasintel Kodim 0909 Sangatta Kapten Agus, Satpol PP Trisno, Camat Sangatta Selatan Hamka, Camat Sangatta Utara Didi Herdiansyah, Kepala Desa Singa Geweh Haryanto, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, dan perwakilan Kementerian Agama Kutim.

Dalam rapat tersebut, tim terpadu sepakat memberi toleransi 20 hari terhitung mulai pemasangan spanduk kemarin, agar pengelola dan komunitas di lokalisasi Kampung Kajang tak lagi beroperasi.

Jika imbauan itu tidak diindahkan, tim terpadu akan mengambil tindakan hukum. Mengenai dampak sosial ekonomi usai penutupan lokalisasi, tim terpadu sedang merancang solusinya. Termasuk membina penghuni lokalisasi, baik secara moral maupun pengetahuan dan keterampilan.

“Kalau tetap tinggal di Kutim, kami bina. Tapi kalau mereka memilih pulang kampung, Pemkab sediakan tiket,” kata Mugeni.

Ketika tim turun ke lapangan, juga melakukan sosialisasi dan dialog dengan para penguhuni lokalisasi. Pertemuan itu digelar di Wisma Malang Indah, dihadiri Ketua RT 04 serta pengelola. Dalam pertemuan itu, Ketua RT 04 Syarifuddin mempertanyakan sebab penutupan lokalisasi.

Katanya, dia setuju bila alasan penutupannya untuk menghapus tempat prostitusi yang amoral. Namun, dia meminta pemerintah tegas menutup tempat prostitusi lainnya di Kutim. Tidak tebang pilih. (km2/che/k3)