Dandim 0909 sangatta letkol inf setyo wibowo (Foto Alvian Humas)

Wujudkan Swasembada dan Kedaulatan Pangan

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bekerjasama dengan n jajaran Kodim 0909 Sangatta serta instansi terkait lainnya, hari ini akan melaksanakan tanam serentak padi di lahan seluas 8.157 hektar. Kegiatan akan dilaksanakan serentak di beberapa kecamatan antara lain Kecamatan Teluk Pandan, Bengalon, Kaubun, Kongbeng, Kaliorang dan Kecamatan Long Mesangat.
“Padi yang ditanam secara serentak terdiri dari padi sawah di lahan seluas 7.261 hektare dan padi ladang seluas 896 hektare,” sebut Dandim 0909 Sangatta Setyo Wibowo.


Tanam padi serentak yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI dan di implementasikan oleh jajaran TNI AD, khususnya Kodim 0909 Sangatta untuk di wilayah Kutim ini, dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung pelaksanaan gerakan percepatan tanam serentak di seluruh Indonesia. Sekaligus upaya khusus mewujudkan swasembada padi secara nasional.


“Sebagai negara agraris sudah sepatutnya Indonesia tidak lagi mengimpor produk pertanian, khususnya padi untuk konsumsi masyarakat,” tambah Dandim.


Kegiatan percepatan tanam dengan melaksanakan gerakan tanam serentak ini diharapkan mampu mewujudkan kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan menurut Dandim, dimulai dari swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah usaha pertanian secara luas, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.


Dalam rapat evaluasi upaya khusus gerakan tanam serentak di Ruang Meranti Kantor Bupati, Kamis (15/9) lalu, Setyo Wibowo memaparkan bahwa tahun 2016 target tanam padi sawah 7.261 hektare. Hingga Agustus rencananya 1.776, namun realisasinya hanya 58,5 hektare ditambah beban September yang harus tanam seluas 5.485 hektare. Jadi  masih ada beban seluas 7.202,5 hektare yang harus diselesaikan hingga Desember ini. Tentu, sambung Dandim, bukan pekerjaan yang mudah dan harus didukung oleh semua komponen termasuk peran penyuluh pertanian, Babinsa dan seluruh pihak terkait. Sebab, tanpa dukungan semua pihak tentu target tersebut tidak bisa tercapai.


Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rupiansyah menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan sejak tahun 2001 hingga sekarang, yang mencapai 400 ribuan tentu harus didukung dengan pemenuhan kebutuhan tanaman pangan yang cukup. Terutama beras sebagai komoditi konsumsi utama masyarakat.


“Kutai Timur yang memiliki visi dan misi pengembangan agrobisnis dan agroindustri seharusnya telah mampu menyediakan kebutuhan masyarakatnya terutama kebutuhan pokok seperti beras. Paling tidak kita mampu menyediakan kebutuhan masyarakat sendiri dan tidak lagi tergantung dari daerah lain,” ujarnya.


Selanjutnya, optimalisasi produksi pertanian tanaman pangan tentu juga harus disikapi dengan tidak mengalihkan lahan pertanian potensial untuk dikembangkan menjadi perkebunan. Dia menyebut hal itu adalah satu strategi untuk terus mempertahankan produksi pertanian tanaman pangan di Kutim.
”Khusus di daerah potensial,jika dikelola dengan mekanisasi yang baik, hasilnya tentu lebih besar dibanding perkebunan,”tambahnya. (hms4)