SANGATTA-Direncanakan pada pertengahan Agustus kawasan pusat pemerintahan Bukit Pelangi (BP) meliputi Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), DPRD, Gedung Serba Guna (GSG), dan OPD siap beralih ke listrik PLN. Sebelumnya gedung putih julukan Kantor Bupati menggunakan mesin genset sebesar 4.000 KVA sebagai distribusi operasional listrik menunjang aktivitas pelayanan. Nantinya ditandai dengan launching oleh Bupati Ismunandar.

Kepala Bagian Aset Daerah BPKAD Teddy Febrian mengatakan dengan peralihan dari genset ke listrik PLN bisa menghemat anggaran yang dulunya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yaitu solar memerlukan biaya besar.

“Anggaran kan juga bisa dialihkan ke program prioritas Pemkab Kutim jika menggunakan listrik PLN,” tandasnya.

Teddy menambahkan sudah ada alokasi anggaran juga untuk pengerjaan pemasangan instal ulang kabel-kabel melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pasalnya kabel yang lama sudah tidak sesuai standar.

“Minggu lalu, sudah dilakukan penggalian tanah untuk jalur instalasi kabel. Sesuai dengan arahan Bupati, seluruh bagian Setkab dan OPD diminta efisien setelah PLN masuk. Nantinya kita akan membuat SOP nya jangan ada penyambungan penyambungan kabel ke luar rumah penduduk harus ada izin dari BPKAD sebelum bukit pelangi ini dialiri listrik PLN,” tambahnya.

Dirinya juga menerangkan jika keinginan Bupati juga meminta prioritas listrik ke masyarakat juga diutamakan, kemudian berlanjut ke pusat pemerintahan. Sebagai tambahan pembayaran di mulai Agustus dan berakhir Desember dibebankan oleh BPKAD dengan biaya sebesar Rp 8 Miliar. (hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,