SANGATTA- Peningkatan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat sudah menjadi target utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Namun bukan berarti kebutuhan prioritas tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan disemua tempat. Contohnya pelayanan untuk warga di sekitar Jalan Soekarno-Hatta yang dianggap belum potensial. 

Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, Aji Mirni Mawarni menjelaskan dari survei yang telah dilakukan pihaknya, ternyata jumlah pelanggan di daerah tersebut tidak terlalu potensial. Yakni tidak mencapai 100 pelanggan. Sehingga tak menjadi prioritas untuk dilalukan pemasangan jaringan tersier. Profit dihitung karena PDAM merupakan BUMD. Sebungan hal itu, PDAM lantas mengusulkan biaya pembangunan jaringan pipa tersier, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Kutim. 

“Jadi pemasangan (jaringan pipa) tersier PDAM yang di Soekarno-Hatta, kita usulkan melalui dana Pemerintah. Karena jika menggunakan dana PDAM, kita harus menghitung profitnya,” terang Mawar saat Coffee Morning, Senin (13/8/2018).

Mengapa demikian? Karena untuk pemasangan pipa per-kilometer (Km), setidaknya harus ada 30 pelanggan. Sementara jaringan yang diperlukan di Soekarno-Hatta sepanjang 5 Km. Kendati demikian, demi sejumlah fasilitas publik di daerah tersebut seperti Rumah Sakit dan Sekolah sudah ada pemasangan jaringan. Intinya Mawar berharap pemasangan tersier di Soekarna-Hatta diusulkan melalui anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada APBD 2019. 

“Anggaran yang dibutuhkan untuk pemasangan jaringan (tersier) sekitar 5 Km tersebut sekitar Rp 2-3 miliar,” ucap Mawar. (hms15)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,