Foto bersama pelepasan atlet panahan Kayla Adinda Utomo dihalaman Kantor Bupati Sekretariat Kabupaten Kutim. (Foto: Nopie Humas)

SANGATTA- Seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) wajib berbangga. Karena memiliki seorang atlet panahan Compound putri andalan. Gadis belia tersebut adalah Kayla Adinda Utomo yang tak berhenti menorehkan prestasi. Dara manis yang karib disapa Dinda ini menjadi satu-satunya atlet panahan Compound Putri Kutim yang ikut seleksi Timnas di Jakarta. Untuk menjadi duta olahraga Indonesia di Sea Games 2019 di Filipina dan Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang. 

Keberangkatan Dinda dilepas Wabup Kutim Kasmidi Bulang mewakili Bupati Ismunandar yang sedang dinas luar daerah. Pelepasan dilalukan di halaman Kantor Bupati, Selasa, (29/01/2019). Disaksikan Seskab Irawansyah, Staf Ahli, Staf Khusus, jajaran pejabat Setkab, Pengurus KONI, perwakilan guru  SMAN 2 serta orang tua Dinda.

“Kita bangga ananda Dinda ditengah kesibukannya sebagai pelajar, tetapi masih bisa eksis. Tentunya berkat support (dukungan) dari orang tua dan sekolah,” ujar Kasmidi Bulang saat menyampaikan kesan dan pesan untuk Dinda sebagai atlet kebanggan Kutim diajang panahan.

Gadis kelahiran 30 September 2002 ini menjadi atlet panahan nomor Compound  termuda. Dari 40 atlet panahan di Indonesia yang terpilih mengikuti seleksi Timnas. Merupakan putri pertama pasangan Deddy Utomo dan Indah Winarni, menjadi perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) dari bersama dua atlet lainnya. Dinda dari Kutim dan dua Samarinda, terpilih mengikuti seleksi pada 26-27 Januari di Lapangan GA Manulang Kopassus, Cijantung, Jakarta.

Saat ini Dinda berstatus pelajar kelas 11 (kelas 2) di SMAN 2 Sangatta Utara. Menjadi salah seorang remaja yang memperoleh Piagam Penghargaan dari Bupati Kutim saat upacara bendera pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun lalu. Tak hanya itu, Dinda sukses meraih medali emas nomor Total Beregu Putri dan medali perunggu Olympic Round Individu pada Kejuaran Nasional Panahan di Jakarta 2018. Sayang sekali pada PORPROV VI Sangatta Kaltim Dinda hanya meraih Medali Perak Beregu Putri dan Perunggu Individu saat Kualifikasi. Tak adanya pendampingan pelatih Samsudin, menjadi alasan Dinda tak fokus saat berjuang sendiri dalam pertandingan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Apalagi olahraga panahan, memang cabor yang memerlukan kesabaran dan konsentrasi.

Remaja era milenial bezodiak Libra ini sehari-harinya berlatih dibawah binaan Club Mars Archery Kutim. Untuk kekuatan fisik dan ketepatan dalam membidik target dari jauh seakurat mungkin. Bersama sang adik Dandy Caezarido Utomo, kakak dari dua adik laki-laki ini menekuni olahraga yang sama sejak usia dini. Dinda melewati banyak keringat, kadang juga terluka karena perangkat latihan. Kendala lain tentu terbatasnya biaya untuk membeli kebutuhan alat panahan. Sebab alat olahraga panahan khususnya nomor Compound memang tergolong mahal. Namun semua itu tak menyurutkan semangat Dinda, demi mencapai impian menjadi atlet panahan professional. (hms14)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Harga Daging Ayam Merangkak Naik – Jelang Akhir Tahun Dan Perayaan Natal

Suasana jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara.(foto: