Bupati Kutim H Ismunandar  simbolis menyerahkan bantuan operasional pengembangan budaya dan beasiswa masyarakat Adat serta Peguyuban Dari PT KPC. (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA – Dibawah kebijakan Bupati Kutim H Ismunandar program corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang dikelola melalui Forum Multi Stakeholder (MSH) CSR, semakin nampak dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Program antara Pemkab Kutim, pihak perusahaan hingga lembaga adat semakin bersinergi dan saling mengisi. Sehingga banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan di Kutim.

Contohnya, Jum’at (8/2/2019) pagi tadi, diruang Meranti, Kantor Bupati, PT KPC melakukan serah terima program CSR kepada Adat Besar Kutai (ABK) Kabupaten Kutim sebesar 500.000 US Dollar, dibagi dalam beberapa paket bantuan. Bantuan diserahkan simbolis oleh Bupati Kutim H Ismunandar, kepada anak – anak didik kelas VI SD, kelas III SMP dan kelas III SMA serta Paguyuban. Didampingi Ketua ABK Kabupaten Kutim Sayyid Abdal Nanang Al Hasani, Anggotta DPRD Kutim Mastur Djalal, General Manager External Affair and Sustainable Development (ESD) PT KPC Wawan Setiawan.

Paket bantuan tersebut diantaranya, beasiswa untuk anak masyarakat adat dan paguyuban yang ada di tiga Kecamatan. Yakni Sangatta Selatan, Sangatta Utara dan Rantau Pulung (wilayah operasional PT KPC). Disamping itu juga ada paket bantuan opersional pengembangan budaya. Untuk mendukung kegiatan seperti pelatihan,  pengadaan alat seni budaya, pengadaan  pakaian adat. Paket bantuan sarana produksi pertanian dan bibit, serta bantuan untuk pelatihan UKM kepada generasi muda.

Rustam Effendi Lubis selaku Ketua Tim Program CSR ABK Kutim mengatakan, program CSR merupakan sinergi yang kuat antara Adat, Pemerintah dan Perusahaan PT KPC. Telah komitmen mempertahankan CSR sebagai sesuatu yang penting didalam manajemennya.

“Sebagaimana diketahui bahwa CSR bukan hanya ada di negara kita. Dunia internasional telah menerbitkan sebuah kesepakatan yang disebut ISO 26000 yang berisi tentang petunjuk dan tata cara CSR. Di Kutai Timur (Kutim), KPC adalah perusahaan yang kita nilai paling berkomitmen dalam hal ini,” sebut Rustam Effedi Lubis yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kutim.

Dia menerangkan, perjalanan dalam menyusun program-program CSR untuk masyarakat adat dan paguyuban tidak singkat. Memakan waktu cukup panjang, berjalan hampir 1 tahun lebih. Kenapa? Karena pihaknya melakukannya secara tertib administrasi dan transparan. PT KPC juga menerapkan sistem yang profesional dalam hal menyusun program adat dan paguyuban.

“Kami juga bersyukur bahwa selain paguyuban – paguyuban,  kita juga mendapat kucuran alokasi untuk beasiswa anak – anak sekolah. Untuk kelas VI SD, Kelas III SMP dan Kelas III SMA. Ini merupakan sebuah pertimbangan yang sangat matang, karena dikelas-kelas akhir itu, anak-anak membutuhkan biaya yang lebih untuk jenjang pendidikannya. Untuk keperluan ketingkat selanjutnya,” tuturnya.

Bantuan yang diserahkan hari ini, kata Lubis, adalah beasiswa untuk anak-anak didik, 44 orang ditingkat SD kelas VI,  44 orang ditingkat kelas III SMP dan 44 orang kelas III SMA. Tahun depan diharapkan jumlah anak yang menerima beasiswa bisa lebih banyak lagi. Mereka yang menerima beasiswa ini, tidak memiliki kriteria khusus, namun yang dianggap layak untuk menerima. Kecuali anak karyawan PT KPC, karena sudah mendapat jatah beasiswa langsung dari perusahaan.

Program CSR ini memiliki misi utama yakni bagaimana Kutim kedepan, bisa menjadi Kabupaten  yang mandiri dalam kepariwisataan. Terutama disektor budaya – budaya. Pihaknya ingin budaya di Kutim yang jumlahnya banyak sekali, sekitar 28 paguyuban bisa terus berkembang menjadi Indonesia mini. (hms15)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Harga Daging Ayam Merangkak Naik – Jelang Akhir Tahun Dan Perayaan Natal

Suasana jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara.(foto: