Fokus Parawisata Menjadi Program Lanjutan -Pemerintah Antusias Dampingi ABK dan Tim Program CSR

Fokus Parawisata Menjadi Program Lanjutan -Pemerintah Antusias Dampingi ABK dan Tim Program CSR

46
0

Ketua Adat Besar Kutai Sayyid Abdal Nanang Al Hasani saat diwawancarai (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA – Berbagai pihak berharap sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), pihak perusahaan swasta dan Lembaga adat terus terjalin. Demi pengembangan adat kebudayaan serta sector pariwisata didaerah ini. Melalui program corporate social responsibility (CSR) yang focus dan terukur. Dengan adanya dana CSR tersebut, pastinya Pemkab Kutim mendukung segala program inovasi yang diselenggarakan oleh ABK.

Ketua ABK Sayyid Abdal Nanang, menyampaikan pengelolaan dana CSR harus tepat sasaran. Salah satunya adalah mendukung pengembangan program kepariwisataan di Kutim.

“Dengan adanya dana CSR, kami berencana akan segera membangun rumah adat atau lamin setiap daerah paguyuban yang ukurannya 5×10 meter. Dilahan 2 hektare bertepat dijalan ringroad Sangatta Utara,” kata Abdal menerangkan rencananya.

Tujuan dari program dimaksud menurutnya adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda tentang berbagai adat yang ada di Kutim saat ini. Sehingga menjadi tempat wisata baru di Kutim dan mendatangkan pemasukan bagi daerah.

Sambil terus mengembangkan potensi ada, Abdal mengaku pihaknya juga konsentrasi mengembangkan potensi pariwisata. Potensi pariwisata yang bisa dikembangkan antara lain arung jeram di Rantau Pulung, Tanjung Perancis di Sangatta Selatan serta potensi lain yang sudah lebih dulu dikembangkan namun belum maksimal.

“Dimana pun lahan parawisata kita datangi, kita kerjakan (dikembangkan),” ucap Abdal ketika diwawancarai usai acara serah terima beasiswa masyarakat adat dan paguyuban diruang Meranti, Jumat, (8/2/2019).

Ketika acara berlangsung, Bupati Kutim H Ismunandar mengatakan adanya dana CSR bisa menjadi wujud bahwa memang perusahaan memberikan kepercayaan lebih kepada lembaga adat. Seperti dalam pantunnya “Pergi berlayar ke Kota Baru, singgah dulu di Tanah Bumbu, hari ini sejarah baru, masyarakat langsung dibantu”.

“Di Indonesia baru, disini kerjasama antar Pemerintah, masyarakat adat dan perusahaan benar-benar bersinergi dengan baik,” ucap Ismu

Terakhir, Ismu mengajak semua pihak dapat manfaatkan bantuan CSR dengan baik. Dibarengi upaya saling mengevaluasi dan menjaga kepercayaan dengan baik. Dirinya yakin dengan sinergitas tersebut, cita-cita pembangunan di Kutim akan tercapai. (hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Da’i Pembangunan dan Pemkab Kutim Satu Tujuan !

Saat pengalungan tanda peseta mengikuti pembekalan Da’i Pembangunan.(Foto: