Camat Sangatta Selatan Hasdiah saat menyerahkan rangkuman usulan program pembangunan kepada Asisten Administrasi Umum Seskab Yulainti pada Musrenbangcam Sangatta Selatan. (Foto: Fuji Humas)

SANGATTA – Usulan anggaran untuk membiayai program pembangunan di Kecamatan Sangatta Selatan sungguh fantastis. Saat pelaksanaan Musyarawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di BPU Sangatta Selatan, Selasa (19/2/2019), tercetus nilai usulan program pembangunan senilai total Rp 240,050 Miliar.

“Total usulan prioritas hasil Musrenbang Kecamatan Sangatta Selatan sebanyak 75 kegiatan. Dengan nilai usulan sebesar Rp 240,050 M,” sebut Camat Sangatta Selatan Hasdiah.

Dia menyampaikan bahwa nilai usulan tersebut merupakan rumusan kegiatan yang telah disepakati oleh masing-masing delegasi pada Musrenbangcam Sangatta Selatan. Melibatkan perwakilan Desa Sangatta Selatan, Sangkima dan Sangkima Lama, Desa Teluk Singkama serta Kelurahan Singa Geweh. Saat merinci, usulan prioritas Pemerintah Kecamatan terdiri dari 15 kegiatan dengan nilai Rp 13,2 M. Usulan prioritas dari 4 Desa dan 1 Kelurahan terdiri dari 60 kegiatan, nilainya mencapai Rp 232,85 M.

Menurut satu-satunya camat wanita di Kutim tersebut, usulan pemerintah desa dan kelurahan ditambah rencana program pemerintah kecamatan sebelumnya mencapai ratusan. Namun melalui musyawarah sebelumnya, jumlah tersebut mengerucut hingga disepakati hanya 75 kegiatan.

Hasdiah mewakili seluruh Kades dan Lurah binaannya menjelaskan bahwa usulan yang disampaikan masih didominasi rekomendasi program tahun sebelumnya. Yakni usulan yang urung direalisasikan. Meliputi program dasar yang dibutuhkan masyarakat. Seperti infrastruktur jalan, air bersih, listrik dan kebutuhan masyarakat lainnya. Pengembangan potensi wisata, pelayanan dan fasilitas kesehatan, sekolah hingga Kawasan pemakaman umum atau kuburan muslimin.

“Terutama peningkatan jalan rong road yang selama ini menjadi akses utama masyarakat Sangatta Selatan,” jelasnya.

Puskesmas Pembantu (Pusban) juga dirasa masih sangat diperlukan apabila melihat kondisi antar desa yang letaknya berjauhan. Termasuk kelengkapan kesehatan lainnya yakni unit ambulans.

Perlu diketahui, banyaknya usulan program tersebut tentunya berkorelasi pada lambatnya pembangunan di Sangatta Selatan. Terkendala dikarenakan sebagian wilayah Sangatta Selatan yang berada di Kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Namun demikian, melalui kebijakan Bupati Kutim H Ismunandar, ketertinggalan tersebut coba dikejar secara bertahap melalui berbagai program yang bersinergi.

Menanggapi usulan dimaksud, Asisten Administras Umum Sekretaris Kabupaten Hj Yulianti mewakili Bupati Kutim mengatakan bahwa Pemkab selama ini tidak menutup mata dengan kondisi pembangunan di Sangatta Selatan.

“Semua program yang mendesak pasti akan dibahas sebagai program prioritas. Nanti tentunya ada tim teknis dari Bappeda dan yang terkait lainnya membahas kebutuhan pembangunan di kecamatan (Sangatta Selatan) ini, pada Musrenbang tingkat Kabupaten,” jelas Yulianti.

Yuli yang mantan Kadispenda juga meminta agar OPD memperhatikan dengan teliti sesuai urgensinya, segala bentuk usulan yang disampaikan oleh Kades, Lurah dan Pemerintah Kecamatan. (hms3)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Da’i Pembangunan dan Pemkab Kutim Satu Tujuan !

Saat pengalungan tanda peseta mengikuti pembekalan Da’i Pembangunan.(Foto: