Bupati Ismunandar dalam sesi diskusi (Foto: Irfan humas)

KARANGAN – Saat membuka Musrenbang di Kecamatan Karangan, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar memberikan arahan singkatnya. Apa itu? Yakni tentang bagaimana diskusi pembangunan ini menjadi strategi dan upaya menyejahterakan masyarakat.

“Kuncinya ada dijajaran pemerintahan desa. Selanjutnya mengomunikasikan dengan kecamatan, berikutnya kabupaten sesuai arahan Presiden Jokowi, membangun desa dari pinggiran melalui nawacita,” tegas Ismu di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Pengadan, Selasa (19/2/2019).

Rencananya akan ada dana Rp 46 Miliar dikucurkan oleh pusat oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Untuk itu Ismunandar meminta ke seluruh pemangku kebijakan ditingkat kecamatan maupun desa untuk bisa terus mengamati, mengawal dan mengawasi program dimaksud.

Baru saja, Ismu mengecek jalan tembus Pengadan-Karangan yang mampu menghemat waktu tempuh. Jika menggunakan jalan provinsi sejauh 70 kilometer (km) ini hanya 6 km saja.

“Kita harap lintasan ini jadi jalur lintasan utama. Berarti Pengadan lebih cepat berkembang. Ini menjadi bagian utama (untuk) menggenjot infrastruktur dasar yaitu jalan,” kata Ismu didampingi Camat Karangan Madnuh, Kepala Bapemas Suwandi, Kepala Bappeda Edward Azran, jajaran kepala OPD terkait.

Selanjutnya, pariwisata Karangan sudah dikenal secara nasional bahkan internasional lewat pegunungan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang didalamnya terdapat goa cap tangan berusia ribuan tahun. Menurut Ismu, Kutim hanya kalah dalam hal promosi saja.

“Untuk itu saya meminta Kepala Dinas Pariwisata yang baru, yaitu Rizali Hadi segera menyusun konsep pemasaran sekaligus kemasan wisata yang menarik mengangkat potensi wisata Karangan lebih baik,” ujar Ismu. “Tidak hanya itu, jangan lupakan keunikan air panas di Batu Lepoq salah satu destinasi wisata andalan di Karangan yang menjadi kolam pemandian terapi bagi penyakit,” tambah Bupati dihadapan 7 kepala desa di karangan seperti Batu Lepoq, Karangan Dalam, Karangan Ilir, Karangan Seberang, Baay, Pengadan, dan Mukti Lestari.

Untuk perusahaan di sekitar Karangan, Ismu meminta wajib membantu dalam memberikan layanan infrastruktur dasar seperti listrik, air, maupun jalan lewat dana CSR. Hal lainnya, yaitu khusus di Desa Pengadan dulu sekitar tahun 90-an disini ada perumahan PTS seperti punya PT KPC yang tertata rapi, namun sekarang kondisinya sudah banyak hilang. Untuk itu perlu ada penataan kawasan yang modern. Bisa saja dari sekarang merelokasi rumah Kawasan pinggiran sungai untuk dipersiapkan ke tempat yang layak. Tidak hanya itu penataan jalan desa-desa juga demi lancarnya akses moda transportasi. Guna mendukung denyut nadi perkembangan desa di Pengadan agar terlihat, setelah Karangan.

Ismu pun langsung mengintruksikan, agar pada 2020 nanti, Bappeda bisa mengalokasikan diluar Dana  Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD) lewat Desa Membangun (DM).

“Kita tidak menerima lagi usulan yang urgent (darurat), yang tidak ditandatagani camat dan kades. Mulai 2020, dana perubahan akan ditambah,” tutup Ismu. (hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bupati Buka MTQ Expo di Tengah Guyuran Hujan

Bupati Ismunandar bersama Sekretaris Kabupaten, Irawansyah beserta rombongan