Bupati Ismunandar  menerima Sasando, alat musik dari Kupang (NTT) yang diberikan Syahruddin Sidik,motivator KB Pria di Kutim. (Foto: Alvian Humas)

SANGATTA – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kelompok KB-Vasektomi Pria (K2B-VP) ke-VII yang jatuh pada Sabtu (24/3/2019), jajaran pengurus K2B-VP Kutim melakukan audiensi ke Bupati Kutim H Ismunandar, Selasa (26/2/2019). Kunjungan dimaksud  langsung disambut Bupati Ismunandar di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, Ketua K2B-VP Kutim Syahruddin Siddiq melaporkan beberapa rencana agenda kegiatan pelaksanaan HUT organisasi yang dipimpinnya.

“Dalam kegiatan tersebut akan digelar seminar vasektomi, pemutaran film dokumenter tentang sejarah dan pencapaian vasektomi di Kutim dan pawai kendaraan kesehatan,” jelasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan perayaan HUT ke-VII, K2B-VP ini akan meluncurkan program ”Kutim Perkasa”. Yakni calon akseptor vasektomi yang resmi akan diberikan “reward”, berupa bantuan bagi akseptor sesuai dengan profesi yang digelutinya. Perlu diketahui, saat ini akseptor vasektomi di Kutim baru 50 orang dan terbanyak di Kecamatan Muara Ancalong.

Syahruddin Sidik peraih penghargaan motivator terbaik II tingkat nasional pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23, di Kupang 2016 lalu mengatakan bahwa menjadi motivator KB pria memiliki banyak tantangan.

”Mencari akseptor KB pria ini tantangannya luar biasa. Pertama tantangan dari keyakinan atau agama, budaya dan keluarga. Kemudian pemahaman yang masih keliru tentang vasektomi, setelah vasektomi kejantanan pria bisa hilang. Terakhir tentu kondisi kesehatan calon  akseptor harus prima, jangan sampai mengidap gula darah tinggi, dan hernia,” jelas Syahruddin.

Sasaran utama vasektomi ini menyasar keluarga pra –sejahtera, tujuannya agar kehidupan mereka bisa lebih baik dan tidak kesulitan mengurus keluarga yang mungkin jumlahnya banyak. Ungkapan banyak anak banyak rezeki itu menurutnya tidak salah, karena rezeki tiap manusia sudah di tangan Tuhan. Tetapi, sambugnya manusia juga diberi hikmat, karena jika banyak anak tentu banyak kebutuhan yang harus disiapkan.

“Jangan sampai dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa dipenuhi bahkan bisa menimbulkan masalah sosial. Dibutuhkan metode, pendekatan yang lebih personal dan kreatif untuk mengajak pria vasektomi. Sekali lagi, vasektomi atau sterilisasi bagi pria adalah metode kontrasepsi yang aman dan tidak ada efek sampingnya serta tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual pria.Saya sudah membuktikannya,” tegas Syahruddin.

Bupati Kutim Ismunandar menyambut baik rencana kegiatan ini dan bersedia hadir pada perayaan HUT K2B-VP serta mendukung gerakan program Kutim Perkasa.

“Dulu kita hanya sering mendengar program KB bagi kaum wanita, tetapi sekarang dengan berkembangnya ilmu dan teknologi kedokteran, ternyata pria juga bisa melakukannya dengan vasektomi. Jadi pria dan wanita juga dapat berkontribusi terhadap suksesnya program KB nasional karena semua terlibat,” tutup Ismu. (hms4)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

SSB Mahkota Kutim Jadi Wakil Kaltim – Ikut Kejuaraan FOSSBI U-12 di Jakarta

Sekretaris Kabupaten, Irawansyah melepas rombongan SSB Mahkota Kutim,