KOLABORASI CSR: General Manager PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field Irwan Zuhri (baju putih) menyiram bibit pohon sebagai tanda gerakan penghijauan di SMPN 2 Sangatta Selatan disaksikan Bupati Ismunandar. (Foto: Irfan Humas)

SANGATTA- Tidak hanya fokus menyalurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Antara lain pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) untuk dunia pendidikan Kutai Timur (Kutim), namun PT Pertamina EP Asset 5 juga berkolaborasi dengan Balai (TNK) menggeber enam program lain. Yaitu program yang akan dijalankan hingga 10 tahun kedepan.

Sebelumnya program ini sudah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai TNK tentang Rencana Pelaksanaan Program Kerjasama. Diantaranya pemulihan ekosistem kawasan TNK seluas 16 Hektare, penataan kawasan TNK, perlindungan kawasan hutan TNK, konservasi keanekaragaman hayati TNK, pengendalian kebakaran hutan kawasan TNK dan pengembangan wisata alam TNK.

General Manager PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field Irwan Zuhri mengatakan ketujuh program tersebut sudah mulai berjalan di 2018 dan akan terus berlanjut hingga 2027. Meskipun wilayah pelaksanaan program berada di kawasan TNK, pemerintah dan masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya secara langsung dan tidak.

“Ada enam program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di sekitar kawasan TNK. Di antaranya, program manajemen sampah berbasis bank sampah di tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sangatta Selatan. Pengembangan eco tourism berbasis pemberdayaan masyarakat di Teluk Lombok dan Tanjung Perancis, peningkatan akses ketersediaan dan pengelolaan air bersih di Desa Sangkima dan Teluk Singkama, serta lainnya,” ungkap Irwan pasca memberikan secara simbolis ke Bupati Ismunandar berupa bantuan 21 unit komputer di SMPN 2 Sangatta Selatan, Senin (11/3/2019).

Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan saat diwawancarai awak media. (Foto: Irfan Humas)

Sementara itu, Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan mengutarakan pihaknya mengapresiasi PT Pertamina sebagai pioneer (pelopor) pertama perusahaan disekitar TNK, yang konsen dalam CSR diantara 22 perusahaan lainnya. Program ini sudah mencakup 3 unsur keterikatan dalam mendukung program CSR terarah. Yaitu mutual benefit (saling memberi manfaat), mutual respect (saling menghormati), dan mutual trust (saling percaya). Bersama PT Pertamina, Balai TNK tengah menjalankan pengembangan wisata alam di TNK. Salah satunya akses ke Teluk Lombok menuju Tanjung Perancis dan Bandara Sangkima.

“Kami akan melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut yang nantinya menikmati dampak wisata, sekaligus mengelolanya. Teluk Lombok akan menjadi pintu masuk jalur laut menuju akses wisata Tanjung Perancis. Sementara jalur darat yaitu dari Desa Singa Geweh. Fokus Balai TNK (adalah) bagaimana masyarakat sekitar area TNK bisa menikmati manfaatnya. Contoh saja bisa menjadi guide (pemandu) ataupun menyediakan kapal wisata jadi otomatis ekonomi kerakyatan punya imbas multi effect,” pungkasnya. (hms13).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

KPC The Best CSR di CNBC Indonesia Award

PRESTASI: Momen manajemen KPC saat menerima piala penghargaan