Seluruh Peserta Imtihan dan Khotmil Qur’an ke 7 SDIT 1 Daarussalaam tahun pelajaran 2018-2019.(Foto: Wahyu Humas)

SANGATTA – Minggu(31/3/2019), bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Kutai Timur (Kutim) SDIT Daarussalam kembali mengadakan Imtihan dan Khotmil Qur’an ke 7 meluluskan siswa Tartil dan Tahfidz jus 30, 29, 28, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 sebanyak 452 Siswa dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Foundation Surabaya.

Wakil Kepala Sekolah SDIT 1 Daarussalam Sangatta Mansyur Syamhudi menerangkan Imtihan dan Khotaman merupakan bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, yaitu pelaporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur’an siswa-siswi kepada orang tua wali murid.

“Semoga dapat membangun generasi Qur’ani yang mengamalkan dalam keseharianya dan SDIT Daarussalam mampu meningkatkan grafik kelulusan terus setiap tahunnya,” kata Mansyur.

Khotaman merupakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat At Takatsur sampai dengan An Naas, kemudian Al Fatihah dan Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan At Taubah ayat 1- 3 , dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an.

Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur’an), dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya.

Ketua Panitia Ustadzah Marita mengambarkan situasi acara yang dikemas elegan dan sederhana dipandu oleh Ustadz Muhammad Roghibi I dan Abdulloh Baihaqi yang berasal dari Ummi Foundation Surabaya,  sekaligus penguji kemampuan membaca, hafalan, bacaan ghorib dan tajwid dasar terhadap peserta.

“Sama seperti prosesi khotaman pada tahun sebelumnya, tamu undangan dapat memberi pertanyaan seputar ghorib, sambung ayat, tajwid dan lainnya kepada siswa yang berada dipanggung,” jelasnya.

Ia melanjutkan khusus pertanyaan ghorib telah disediakan slide peraga ghorib dari halaman 1 hingga 39, sehingga wali siswa hanya memilih halaman yang diinginkan, kemudian siswa ditugaskan untuk membaca ayat pada halaman tersebut lalu menjelaskan ada pelajaran/ilmu tajwid apa yang ada di ayat tersebut.

Kemudian dalam acara tersebut diberikan waktu prosesi anak-anak menemui kedua orang tua dan guru selama 5 menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sukses, dan berguna bagi agama. Lima menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya masing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari.

Terakhir, Marita mengatakan acara pamungkas dilanjutkan pemberian penghargaan serifikat dan piala kepada seluruh peserta Imtihan dan Khotaman. ada juga apresiasi langsung yang diberikan oleh orang tua mereka masing-masing. dengan demikian, telah terujilah ilmu tartil, fashohah, ghorib, dan tajwid, serta hafalan para peserta khotaman dan imtihan Al- Qur’an metode Ummi SDIT 1 Daarussalaam tahun pelajaran 2018-2019 Sangatta didepan publik.(hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kemah Saka, Sosialisasikan Kekayaan NKRI

Wakil Ketua Kwartir Nasional, Bidang Bela Negara Brigjen