Kepala Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur (Kaltim) Sutoyo (Kemeja Biru) bersama Wabup H Kasmidi Bulang,  Kepala Pengadilan Tinggi Kota Samarinda Halim Amran, Kepala Pengadilan Negeri Kutim Rahmat Sanjaya, Kepala Pengadilan Agama Kutim Ahmad Asy Syafi’I dalam satu meja. (foto: Wahyu Humas)

SANGATTA – Demi meningkatkan tali silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kepala Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur (Kaltim) Sutoyo M Hum bertandang ke Sangatta. Pada kegiatan yang dikemas sebagai kunjungan kerja tersebut, Sutoyo turut didampingi Kepala Pengadilan Tinggi Kota Samarinda Halim Amran beserta rombongan lainnya.

Penyambutan dirangkai dengan jamuan makan malam berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta, Sabtu (13/4/2019) malam. Dalam kesempatan itu Bupati H Ismunandar berhalangan hadir diwakili oleh Wabup H Kasmidi Bulang dan didampingi Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Suko Buono. Bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Pengadilan Negeri Kutim Rahmat Sanjaya, Kepala Pengadilan Agama Kutim Ahmad Asy Syafi’I, perwakilan KPU Saiku, perwakilan Dandim 0909 Sangatta Kapten Subarja.

Kasmidi Bulang dalam sambutan selamat datang malam itu menyampaikan selayang pandang Kutim. Dia menyebut Kutim sangat luas melebihi Provinsi Jawa Barat. Dengan hanya 18 kecamatan dan memiliki 141 desa, 13 diantaranya desa pemekaran dan hanya 2 kelurahan yaitu Singa Geweh dan Teluk Lingga.

“Penduduknya kurang lebih 420 ribu jiwa, bahkan kami (Kutim) sampai menjadi salah satu kabupaten terluas di Kaltim. Potensi daerah, Kutim (masih) mengharapkan (hasil) dari tambang batu bara (PT KPC). Kutim juga memiliki perkebunan sawit terluas di Kaltim. Rantau Pulung, Sandaran hingga di Busang. Sempat, dahulu ada informasi tentang tambang emas Bre-X yaitu bertempat di Busang,” terang Kasmidi.

Kasmidi menjelaskan Kutim punya daerah pesisir mulai Bengalon sampai Sandaran. Kemudian daerah hulu yaitu Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Messengat dan Busang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sementara itu Sutoyo menjelaskan alasan dirinya berkunjung e Kutim. Dia menyebut bahwa dirinya bermaksud hendak memperkenalkan diri, karena baru menjabat selama 2 bulan 15 hari.

“Sekaligus mengetahui topografi Kutim,” katanya.

Sutoyo malam itu menjelaskan bahwa sebelum bertugas di Kaltim dirinya sudah malang melintang menjabat di berbagai daerah. sebelumnya Ia sempat bertugas sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Maluku (Ambon) dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kendari). Seringnya terjadi mutasi dikarenakan tugas pengadilan tinggi berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah.

“Saya bertugas dari tahun 1983 hingga sekarang sudah 15 kali dimutasi,” jelasnya.

Sutoyo mengaku terkejut Kutim ternyata jauh dari ibukota Samarinda. Menurut dia, luasnya wilayah Kutim sangat luar biasa. Ia mengaku, senang ke Sangatta apalagi mendapat sambutan hangat dari seluruh jajaran Pemkab Kutim.

Sutoyo mengatakan, Pengadilan Tinggi Pusat saat ini belum maksimal menyediakan sarana dan prasana untuk pengadilan yang berada didaerah. Maka dari itu dia mengharapkan pihaknya bisa bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia menambahkan sekarang pengadilan mencanangkan dua program. Yaitu akteditasi penjaminan mutu pelayanan prima dan menuju zona integritas (zona bebas korupsi).

“Semoga tercapai, mohon dukungan dari semua pihak. Mohon pengadilan yang ada di Kutim selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan yang ada,” tutupnya. (hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kafilah MTQ Mulai Ikuti TC – Ismu Bangga, Mayoritas Asli Kutim

Saat Bupati H Ismunandar memberikan sambutan sekaligus membuka