Kepala Diskominfo Persantik Suprihanto (berkacamata). (Foto: Irfan/humas)

SANGATTA- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Persantik) Kutai Timur (Kutim) Suprihanto CES menegaskan program Smart City atau Smart Regency di Kutim masih terus dikebut. Walaupun kondisi saat ini Kutim terkena dampak rasionalisi anggaran. Namun demikian dirinya optimis, program yang sudah direncanakan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita pastikan program ini tetap berjalan ditengah pengurangan anggaran imbas dari defisit anggaran yang dialami Pemkab Kutim. Tinggal bagaimana cara menyiasati dana yang tersedia. Jadi program ini tetap bisa berjalan dan sesuai target,” tegas Suprihanto.

Mantan Kepala Bappeda Kutim ini menambahkan smart regency yang kini diusung dan disusun oleh Pemkab Kutim berjumlah 5 program online birokrasi dan disebut Program Quick Wins. Mulai e-Government yang memuat e-planning dan e-budgeting, PBB Online dan e-learning.

Untuk diketahui, program ini diyakini bisa memberikan pengaruh besar pada pembangunan Kutim. Direncanakan kelima program ini akan dievaluasi oleh pemerintah pusat pada akhir bulan depan. Pemkab Kutim melalui Diskominfo tengah mempersiapkan seluruh presentasi sekaligus uji coba program-program yang ada. Dengan target kesiapan pada 11 Juni 2019 mendatang.

“Kamis sudah siap dalam program ini harapan besarnya, ya dapat difungsikan sebelum waktu jatuh tempo yang ditentukan oleh pusat,” tutupnya. (hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kafilah MTQ Mulai Ikuti TC – Ismu Bangga, Mayoritas Asli Kutim

Saat Bupati H Ismunandar memberikan sambutan sekaligus membuka