Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik, Suprihanto Sebut tahun 2019 ini pihaknya kembali mengusulkan beberapa pembangunan tower telekomunikasi baik ke pemerintah pusat maupun ke pihak provider. (Foto: Dok Humas)

SANGATTA – Meski titik blank spot atau wilayah yang tak dapat menerima jaringan komunikasi seluler di Kutai Timur (Kutim) sedikit berkurang. Namun, hingga kini nyatanya masih ada yang sama sekali tak dapat menikmatinya jaringan. Sebut saja salah satunya kecamatan Busang. Meski di daerah itu telah didirikan tower komunikasi sejak beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini perangkat provaider belum juga terpasang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik, Suprihanto mengakui, hingga saat ini pihaknya terus berupaya berikan kemudahan komunikasi diera digital, agar langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat kutim. Terutama yang masuk kedalam kawasan blank spot telekomunikasi, seperti Kecamatan Sandaran, Busang dan Batu Ampar.

Untuk itu, tahun 2019 ini pihaknya kembali mengusulkan beberapa pembangunan tower telekomunikasi baik ke Pemerintah Pusat maupun ke pihak provider telekomunikasi itu sendiri, sehingga permasalahan blank spot di Kutim bisa di atasi.

“Terlebih, di tahun 2019 ini jaringan 4g lte di Kalimantan Timur hampir masuk di seluruh Kabupaten/Kota, termasuk Kutim,” kata Suprihanto.

Suprihanto menambahkan, Pemkab Kutim sangat optimis Permintaan tersebut mendapatkan respon positif, terbukti saat mengusulkan usulan pembangunan tower di kecamatan Busang langsung dikabulkan. (hms15)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hari Pramuka Se-Kaltim, Jadi Hadiah HUT Kutim

Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang saat sambutan