Seskab Kutim saat membuka pelatihan forum anak Kabupaten Kutim tahun 2019 dalam ramgka Hari Nasional Anak (HAN), diruang Tempudau, Sekretariat Pemkab Kutim. (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA– Anak adalah amanah dan karunia dari Allah SWT dan merupakan mata rantai awal manusia, yang akan menentukan wujud kehidupan suatu bangsa dimasa yang akan datang. Hal ini, secara tegas diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 28 huruf B ayat 2, bahwa negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan eksploitasi dan diskriminasi.

Sekretaris Kabupaten Kutim H Irawansyah juga menyampaikan hal tersebut. Yakni saat mewakili Bupati pada pembukaan pelatihan forum anak Kabupaten Kutim tahun 2019 dalam raggka Hari Nasional Anak (HAN), diruang Tempudau, Sekretariat Pemkab Kutim, Rabu (31/7/2019).

“Indonesia sebagai bagian dari anggotan PBB telah berkomitmen ditingkat internasional, yang ditandai dengan diklasifikasinya potensi anak, hak anak, melalui keputusan Presiden nomor 36 tahun 1940 dan juga berkomitmen untuk mendukung gerakan dunia yaitu menciptakan world kids fork children (dunia yang layak bagi anak),” ungkap Irawansyah.

Melalui pengembangan Kabupaten/Kota layal anak sambungnya, hal ini dimaksudkan agar seluruh komponen bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha serta pemerintah dan negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. Melakukan upaya perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dan jaminan terhadap pemenuhan hak –hak anak tanpa kekerasan, ekpoloitasi dan deskriminasi sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945. Tentunya Pemkab Kutim juga turut mendukung.

“Alhamdulillah pada tahun ini, Kutim saat ini atas berkat perjuangan dan kerja keras semua pihak terkait, kita telah mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA),” ucap Irawansyah.

Sebelumnya Kutim juga telah mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Pemuda. Atas nama Pemkab Kutim, mengucapkan banyak terima kasih, stakeholder, Ormas, OKP yang telah banyak mendukung kota layak anak, karena ini merupakan tanggung jawab semua.

“Perjuangan kita mendapatkan KLA, hanyalah sebagian kecil upaya dalam melaksanakan pembangunan. Tetapi yang jauh lebih penting adalah kedepan, bagaiamana Kutim meningkatkan kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan dapat terwujud. (hms15)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Upacara Tiga Kegiatan Bakal Digelar Bersamaan

Rapat persiapan upacara peringatan HGN, Korpri dan Apel