Bupati H Ismunandar mengenakan blangkon dan pakaian seni jawa usai didaulat sebagai pembina oleh Paguyuban Jaranan Borneo Putro Legowo, di Rumah Jabatan (Rujab) bupati. (Foto: Jani Humas)

SANGATTA – Jajaran Pengurus Paguyuban Kesenian Jaranan Borneo Putro Legowo, melakukan silaturahmi dengan Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar, di Rumah Jabatan (Rujab) bupati, Jumat (2/8/2019) malam.

Pada pertemuan itu Bupati Ismunandar didaulat menjadi pembina Paguyuban Kesenian Jaranan Borneo Putro Legowo.

Ditemui usai pertemuan, Bupati Ismunandar mengatakan, Kesenian jawa bukan hal baru bagi dirinya. Sebab, semasa kecil ia sudah merasakan kehidupan di jawa hingga kembali menyelesaikan pendidikan kuliah.

“Saya di jawa hampir 6 tahun menyelesaikan pendidikan kuliah, kemudian di Yogyakarta hampir 2 tahun. Budaya jawa bagi saya sangat kental, apalagi penduduk kutim 45 persennya adalah saudara kita dari jawa,” ungkap Ismu.

Ia berharap, dengan adanya pembinaan budaya lewat Paguyuban kesenian jawa ini, generasi penerus yang lahir dan besar di Kutim tidak meninggalkan adat budaya dari leluhurnya.

“Ini harus kita jaga untuk mempertahankan NKRI,” ujar Bupati Ismunandar.

Sebelumnya, dihadapan bupati, Ketua Paguyuban Kesenian Jaranan Borneo Putro Legowo Mukidi melalui Sekretarisnya Angga, menjelaskan, paguyuban ini adalah pagayuban yang mewadahi kesenian jawa seperti kuda lumping dan reog ponorogo berdomisili di Sangatta.

“Paguyuban Jaranan Borneo putro legowo sudah berjalan 4 tahun. Kami memiliki sanggar tari di Gang Damai, Jalan Yos Sudarso 2.  Selama ini Paguyuban Borneo Putro Legowo sudah mejalankan program kesenian dengan membimbing dan mempernalkan kesenian jawa di kalangan pelajar,” jelas Angga dihadapan Bupati saat itu.

Bahkan, paguyubam kesenian ini selama 2 tahun telah dipercaya melaksanakan bimbingan kesenian jawa di sekolah YPPSB didukung oleh PT Kaltim Prima Coal.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang langsung bupati Ismunandar untuk hadir dan membuka resmi event budaya jawa yang rencananya bakal dilaksanakan pada 25 agustus ini. Selaku pembina paguyuban, Ismunandar memberikan arahan mengenai kesiapaan acara dimaksud. (hms10)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bawa Tema “Gajah Mada” Marching Band WPS Meriahkan Upacara Hari Pramuka ke 58

Marching Band WPS kembali tampil memukau pada pada