Sekretaris Kabupaten Kutim Irawansyah menyerahkan piagam dan uang pembinaan kepada pemenang lomba desain batik pada kegiatan workshop membatik di Desa Kabo Jaya, Sangatta Utara. (Foto: Vian Humas)

SANGATTA- Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Irawansyah membuka pelatihan membatik di  Workshop Maju Bersama, Kabo Jaya Sangatta, kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP dan PA) dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim dengan mengusung tema Menjaga Kearifan Lokal Melalui Batik diikuti puluhan peserta, Selasa (6/8/2019).

Kemandirian merupakan salah satu tuntutan wanita jaman sekarang ini. Wanita diharapkan bisa mendukung peningkatan ekonomi keluarga melalui berbagai keterampilan, salah satunya dengan membatik. “ Selain menjadi seorang ibu atau isteri, wanita saat ini harus tangguh dan mandiri serta memiliki  kemampuan atau keahlian yang bisa menopang pendapatan keluarga. Dengan adanya teknologi sekarang ini, tidak perlu keluar, cukup dari rumah ibu- ibu bisa melakukan bisnis. Jadi tugas utamanya tidak terbengkalai,” ujar Irawansyah.

Pemkab Kutim sudah menyediakan berbagai pelatihan melalui Dinas PP dan PA serta Dinas Koperasi antara lain membatik, menjahit, border, kuliner, termasuk sistem manajerial dan pemasaran. “ Jangan sampai produk yang dihasilkan tidak bisa dipasarkan. Produknya harus punya keunikan dengan kualitas yang baik sehingga bisa bersaing dengan produk luar yang sejenis. Soal pendanaan dan pemasaran bisa bekerjasama dengan Dinas Koperasi, atau Organisasi Perangkat Daerah lainnya,” saran Irawansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas PP dan PA, Aisyah mengatakan dengan kegiatan ini, semangat wanita yang mengikuti pelatihan ini mampu memotivasi perempuan  lainnya. “Masih banyak potensi wanita di Kutim yang belum diasah, harapan kami melalui pelatihan ini ada rasa percaya diri bahwa mereka juga mampu. Ini hanya salah satu contoh edukasi kaum wanita. Tentu ada usaha lain yang bisa digunakan untuk mengembangkan talenta- talenta mereka,” jelas Aisyah.

Sebelumnya Ketua DWP Kutim, Sri Handayani menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kearifan lokal, bagaimana menjaga kekayaan budaya, khusunya batik bisa lestari. “ Kegiatan ini diharapkan memotivasi kaum wanita yang ada di Kutim mengembangkan bakat dan minat mereka agar bisa membantu keluarga.

Beberapa waktu lalu DWP juga sudah menggelar lomba desain batik khas Kutim. Hasilnya akan menjadi motif khas Kutim selain motif wakaroros. DWP akan bekerja sama dengan seluruh OPD yang ada untuk membantu permodalnnya, teknik serta pemasarannya. “ Silakan menambah wawasan dan keterampilan, namun jangan sampai kodratnya sebagi perempuan dilupakan,” tegas Sri Handayani.(hms4)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gerakan Pramuka Candradimuka Pemimpin Baru – YPPSB Gelar Prima Bara Camp 2019

Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan HAM,