Staf Ahli Bupati Bagian Bidang Politik, Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kutim, Syahrir menyerahan secara simbolis beras didampingi Ketua GIB Kutim H Suyono. (Foto: Wahyu Humas)

SANGATTA – Shadaqah atau sedekah secara umum berarti mengamalkan atau menginfakan harta di jalan Allah SWT. Bukan hanya semata-mata menginfakan harta di jalan Allah SWT atau menyisihkan sebagian uang pada fakir miskin, tetapi sedekah juga mencakup segala macam dzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil berikut segala macam perbuatan baik lainnya. Ada banyak manfaat apabila bersedekah.

Seperti menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, mengindarkan diri dari bahaya, membuka pintu rizki, menghapus dosa hingga diyakini dapat menjadi naungan di hari kiamat. Karena banyaknya manfaat bersedekah, Gerakan Infaq Beras (GIB) bersama Pasukan Amal Sholeh (Paskas) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), terus menggelorakan gerakan bersedekah tersebut. Melalui doa bersama sahabat yatim, fisabililah dan penghafal Al Qur’an bertema ” The Power Of Sedekah” di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (7/8/2019), kegiatan ini coba mengajak masyarakat untuk meningkatkan sedekah.

Kegiatan yang dihadiri Ketua GIB Kutim H Suyono ini dirangkai dengan penyerahan simbolis beras dan kitab suci Alquran kepada perwakilan 15 Ponpes di Kutim dan anak yatim. Turut hadir jajaran perwakilan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan sekolah SMA/SMK di Sangatta.

Staf Ahli Bupati Kutim Bidang Politik, Hukum dan HAM Syahrir mewakili Bupati H Ismunandar menyampaikan, Gerakan Infaq Beras ini merupakan kegiatan yang sangat positif, sebagai amal jariyah di akhirat nantinya.

“Kegiatan ini pastinya berdampak positif demi kemaslahatan orang banyak. Khususnya kepada anak yatim piatu yang sangat membutuhkan pengayoman baik secara materi dan lainnya,” ungkapnya.

Syahrir menegaskan bahwa Pemkab selalu mendukung dan menyambut baik kegiatan-kegiatan semacam ini. Ia berharap kedepan akan lebih banyak masyarakat Kutim bergabung. Walaupun hanya sekedar menyisihkan rezeki kepada GIB Kutim, agar disalurkan kepada yang sangat membutuhkan.

Sementara itu, Sekretaris GIB Kutim, Andik Siswanto menyampaikan GIB Kutim sudah berjalan selama 14 bulan. GIB Kutim adalah suatu gerakan yang berasal dari lubuk hati, berupa ajakan untuk tidak mengeluh.

“Kami adalah kelompok yang ingin berkontribusi menjadi bagian aktif di wilayah kabupaten Kutim. Kutim sangatlah luas dengan 18 kecamatan, ditambah lagi dengan sumber daya alamnya. Seperti mineral, tambang batu bara, minyak bumi, kelapa sawit yang terbentang luas di Kutim merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua,” kata Andik.

Andik menyebut semua yang dilakukan Pemkab Kutim sangat luar biasa. Hanya saja menurut dia belum semua mendapat perhatian yang intens. Seperti kepada santri-santri, anak yatim piatu dan para penghafal Alquran. GIB Kutim hadir untuk mengayomi anak-anak tersebut, sebagai bagian kontributif membantu pemerintah.

“Kami membantu dengan cara mendatangi rumah ke rumah, masjid satu masjid lain dan ke majelis taklim di Kutim hanya untuk mengetuk pintu hati para donatur,” tutupnya. (hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,