Foto bersama pengurus Saka Bakti Husada.(foto: Ahyar Humas)

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) membentuk kembali pengurus satuan karya (Saka) pramuka Bakti Husada cabang Kutim. Karena saka ini sempat “Mati Suri” beberapa sebelumnya. Pembentukan tersebut dirangkai dengan pemberian pembekalan yang kompleks, diruang pertemuan Dinkes, Kamis (15/8/2019).

Kegiatan tersebut, dibuka Wabup Kasmidi Bulang yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Kutim dan dihadiri beberapa pengurus saka bakti husda dari tenaga kesehatan di Kutim.

Pada kesempatan itu, Kasmidi menyampaikan pembentukan ini merupakan satu tujuan yaitu memusatkan panduan terkhusus pramuka dan terkhusus yang ada hubungannya dengan kesehatan.

“Saka yang terbentuk karna organisasi ada kaitannya terhadap suatu kegiatan positif. Seperti di Saka Wira (TNI AD), Saka Bahari (TNI AL), Saka Bhayangkara (kepolisian), terkhusus di Dinkes yaitu ada Saka Bakti Husada. Jadi terbentuk dari pusat sampai ke daerah bahkan sampai kedesa dan kecamatan. Kalau disini ada cabang nanti yang dikoalisikan dengan kwarcab Kutim,” ujar Kasmidi.

Kasmidi mengatakan, hampir semua saka yang ada di Indonesia, ada di Kaltim dan beberapanya berdiri diKutim. Kecuali Saka Dirgantara (TNI AU) karna belum ada TNI Angkatan Udara. Tetapi semua saka yang ada hubungannya dengan instansi dan OPD semua sudah dibentuk dan bahkan semua sudah berjalan.

“InsyaAllah, 16 september 2019, kita menjadi tuan rumah acara peran saka se Kaltim jadi semua saka yang ada, akan datang ke Sangatta. Nanti masing-masing akan menonjolkan program, menonjolkan sumber daya manusia untuk dijadikan bahan referensi bagi saka-saka lainnya,” ungkapnya.

Dirinya memaparkan tujuannya ada pramuka di Indonesia adalah sebagai pelopor generasi mudanya untuk bisa menjadi generasi yang siap pakai, yang handal, bukan generasi yang lemah gampang dipengaruhi dengan isu-isu negatif dan perbuatan negatif seperti narkoba dan sebagainya. Oleh sebab, itu di ajarkan kepramukaan, bahkan sudah tertera di undang-undang dari 2010 nomor 12 bahwa pramuka itu wajib masuk ke sekolah-sekolah.

Sekedar diketahui, Satuan karya pramuka Bakti Husada merupakan gerakan Pramuka yang memiliki wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.

Senada, Kadinkes Bahrani menyampaikan Saka Bakti Husada ini, sempat mati suri dalam berberapa tahun sebelumnya. Jadi, sekarang kami ingin mengiatkan kembali seluruh kegiatan bakti husada setelah terbentuknya saat ini. Melalui saka bakti husada ini, sangat bagus untuk menyosialisasikan program kesehatan dan tersemat dalam krida-kridanya.

“Ada enam krida-krida dalam Saka Bakti Husada, yang pertama bina lingkungan sehat, bina keluarga sehat, penanggulangan penyakit, bina gizi, bina obat, dan terakhir, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelas Bahrani.

Bahrani menambahkan, diharapkan kedepannya teman-teman kesehatan di Kutim juga membina anggotanya untuk terlibat dalam program-program kesehatan yang sudah dicanangkan.

“Terutama pada gerakan hidup sehat (Germas) yang merupakan program dari pemerintah, mari kita sukseskan,”tutupnya.(hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,