Bupati Ismunandar dengan isteri Hj Encek UR Firgasih, Wakil Bupati,Ksmidi Bulang dan isteri Hj Tirah Satriani dan Sekretaris Daerah Irawansyah berfoto bersama dengan pasukan pengibar bendera di halaman kantor Bupati.(Foto: Vian Humas)

SANGATTA- Puncak peringatan detik- detik proklamasi kemerdekaan ke 74 RI di Kutai Timur (Kutim) di halaman Kantor Bupati berlangsung lancar. Bupati Ismunandar menjadi inspektur upacara didampingi Wakil Bupati, Kasmidi Bulang yang dihadiri, Unsur FKPD, jajaran pimpinan OPD serta undangan lainnya.

Upacara dimulai tepat pukul 10.00 Wita, ditandai sirine detik-detik proklamsi dan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua Sementara DPRD Kutim Uce Prasetyo, kemudian pengibaran bendera. Ditutup dengan parade lagu- lagu perjuangan oleh tim korsik dari pelajar Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB).

Bupati Ismunandar mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pelatih Paskibraka yang sudah bekerja keras selama ini hingga pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah berjalan lancar, terima kasih sudah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan performa yang sangat baik. Dirgahayu RI ke 74, Indonesia Unggul,Indonesia Jaya,” ujar Ismu.

Ketua Pembina Paskibraka Basuki Isnawan berfoto dengan Komandan Paskibraka Kapten Nur Hasan. (Foto: Vian Humas)

Sementara itu, Ketua Pembina Tim Paskibara Basuki Isnawan menjelaskan bahwa tim paskibraka yang terdiri dari 36 pelajar berasal dari 14 kecamatan ini mengikuti pelatihan dan dikarantina selama 2 minggu.

“Selama masa karantina ini mereka berlatih hampir 8 jam sehari. Pagi dari pukul 08.00 hingga 12.00 wita, kemudian sore hari mulai pukul 14.00 hingga 17.30 Wita. Sedangkan pada malam hari, saat mereka di ruang kelas juga dibekali ilmu wawasan kebangsaan, bela negara, toleransi, kesiapan mental, etika dan kedisiplinan,” jelas Basuki yang sehari- hari mengabdi sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim.

Basuki juga menambahkan bahwa banyak tantangan yang mereka hadapi selama masa karantina ini diantaranya para Paskibraka tidak diperkenankan menemui orang tua mereka, cuaca yang sangat panas pada siang hari.

“Selain stamina yang baik dibutuhkan pula mental yang kuat, jangan sampai mereka sakit, karena secara pskiologis menggangu rekan mereka yang lain. Terima kasih buat dedikasi mereka yang luar biasa sudah menunaikan tugasnya dengan baik,”tutupnya.(hms4)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gerimis Sangatta Utara Jadi Ke-17 – Target Terakhir Kecamatan Teluk Pandan

Bupati Ismunandar minum susu bersama anak-anak PAUD se