YKI Bagi-Bagi Vaksin Kanker Serviks Gratis – Mencintai Keluarga, Cara Ampuh Pencegahan

YKI Bagi-Bagi Vaksin Kanker Serviks Gratis – Mencintai Keluarga, Cara Ampuh Pencegahan

62
0

Bupati Ismunandar membuka seminar kesehatan penyakit Infeksi Menular Seksual( IMS) dan Kanker Serviks dengan mengghadirkan narasumber dr Boyke Dian Nugraha,SpOG,MARS,Ginekolog dan konsultans seks.(Foto: Vian Humas)

SANGATTA- Mencintai dan menjaga harmonisnya keluarga merupakan cara paling ampuh mencegah Infeksi menular Seksual (IMS)  dan Kanker Serviks (mulut rahim). Hal ini disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar saat membuka seminar kesehatan mencegah IMS dan Kanker Serviks kerjasama Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kutim, PT. KPC, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kutim dan beberapa pihak lainnya di Gedung Wanita, Bukit Pelangi Sangatta, Jumat (16/8/2019).

“Selalu saya ingatkan dalam banyak kesempatan agar senantiasa mencintai dan menjaga keluarga tetap harmonis. Tanggung jawab ini tentu bukan hanya kaum wanita tetapi juga pria turut serta di dalamnya. Setia pada pasangan masing- masing, jangan bertingkah yang macam – macam,” ujar Ismunandar.

Ismunandar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak terutama YKI Cabang Kutim sehingga seminar ini bisa terlaksana dengan baik. Ini salah satu upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sosialisasinya harus gencar dilaksanakan sampai ke pelosok desa terutama kepada para pelajar dan generasi muda. “ Mereka inilah yang harus dibekali pengetahuan IMS dan kanker sejak dini, bagaimana pencegahan dan dampak yang timbul akibat IMS ini,jangan sampai terjangkit atau tertular,” ujar Ismunandar.

Sebelumnya Ketua YKI Cabang Kutim, Encek UR Firgasih menjelaskan bahwa seminar ini adalah bentuk pendidikan seks yang harus diberikan kepada masyarakat. Kanker serviks sangat merugikan semua pihak bukan hanya isteri dan suami, tapi juga menimpa anak- anak yang bakal dilahirkan dari ibu penderita kanker serviks. Pengidap IMS dan kanker serviks sangat mengurangi kualitas hidup baik secara fisik, sosial dan ekonomi keluarga juga pemerintah.

“Saya mengajak semua pihak untuk berkontribusi dan peduli terhadap bahaya penyakit kanker ini dengan cara promtotif, preventif dan supportif sesuai dengan misi YKI. Kanker bisa disembuhkan jika ditemukan dalam stadium dini,” tegas Bunda Firgah sapaan akrab Encek UR Firgasih.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seminar ini mengundang secara khusus para pelajar SMA di  Sangatta dengan tujuan agar mereka memahami sejak dini bahaya dan dampak kanker servis dan IMS lainnya.” Seminar ini adalah bentuk edukasi bagi para pelajar jangan sampai mereka terjangkit kanker serviks atau HIV- Aids dengan perilaku hidup yang tidak baik,” ujar Firgah.

Pada seminar ini, YKI Cabang Kutim juga memberikan 33 vaksin secara gratis untuk pencegahan kanker serviks.” Selain pemberian vaksin secara gratis, YKI Cabang Kutim juga telah melakukan pelatihan Iva tes ke sejumlah bidan. Diharapkan kegiatan ini bisa berkontribusi positif untuk mencegah IMS dan kanker serviks di Kutim,” harapnya.

Kanker serviks adalah pembunuh paling banyak bagi wanita di Indonesia selain kanker payudara. Kanker serviks adalah “ the silent killer” pembunuh secara diam – diam. “Tidak ada gejala atau tanda- tanda seseorang mengidap kanker serviks sehingga harus diwaspadai sejak dini. Kanker serviks bisa menular melaui hubungan initim, bisa melalui air di toilet yang digunakan untk membasuh genital, pakaian dalam yang kotor dan jarang diganti serta pola hidup tidak sehat serta melakukan sunat bagi pria,” jelas dr Boyke Dian Nugraha selaku narasumber.

Dr Boyke menambahkan, jika wanita berusia di atas 9 – 55 tahun disarankan untuk melakukan vaksin kanker serviks sebanyak 3 kali. 0 bulan, 2 bulan dan 6 bulan. Vaksniasi diberikan sekali seumur hidup dan tidak ada efek sampingnya, tapi kalau sudah terkena kanker disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat. “ Pemberian vaksin adalah tindakan prepentif sebelum seseorang terkena kanker serviks bukan setelah terkena kanker serviks. Sekali lagi jaga kualitas kehidupan seksual, senantiasa komunikasi dengan pasangan dan saling mengingatkan,” saran dr. Boyke.(hms4)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ismu Akan Maksimalkan Instruksi Presiden – Soal Penciptaan Lapangan Kerja dan Investasi

Bupati Ismunandar bersama istri saat menghadiri Rakornas di