HIDUPKAN SEPAKBOLA: Bupati Ismunandar memberikan bola pertama kepada wasit yang memimpin laga perdana Al Naufal Fc melawan Susuk Fc dalam Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan di Lapangan Rajawali Sangkulirang. (Foto: Irfan Humas)

SANGATTA-Hampir vakum selama dua tahun, sepak bola di Kecamatan Sangkulirang kembali bangkit dan bergairah. Diinisiasi oleh Dewan Pelindung sekaligus Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan Dewan Pembina Irwan Fecho menggeber Turnamen Sepak Bola level lokal bertajuk Piala Kemerdekaan Sangkulirang 2019 di Lapangan Rajawali, Jumat (23/8/2019).

Piala Kemerdekaan ini diikuti klub sepak bola dari Kecamatan se-Sangsakakaukar (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubun dan Karangan).
Ismunandar pun didaulat memberikan bola pertama kepada wasit yang memimpin laga perdana yaitu antara kesebelasan Al Naufal Fc melawan Susuk Fc. Ismu turut didampingi anak sulung yang juga menjadi anggota DPRD Kaltim Rizky Amelia, Seskab Irawansyah, dan Camat Sangkulirang Tajjudin.

Dalam arahannya Ismu memberikan apresiasi tinggi untuk Piala Kemerdekaan 2019 yang digelar oleh panitia yang mempersiapkan turnamen ini sebulan yang lalu artinya sudah jauh-jauh hari dengan misi menghidupkan kembali ciri khas Sangkulirang yaitu olahraga sepak bola.

“Sudah vakum 2 tahun, mudah-mudahan lewat Piala Kemerdekaan ini sepak bola Sangkulirang semakin berprestasi pasalnya sepak bola sudah melekat bagi warga masyarakat Sangkulirang berangkat dari sejarah berdirinya Kecamatan tertua di Kutim ini. Bagai sayur tanpa garam, tanpa sepak bola di Sangkulirang kurang greget artinya ini kembali menghidupkan daerah ini lewat sepak bola bisa sekaligus membina pemuda-pemuda Sangkulirang masuk dalam pembinaan sepak bola profesional,” tegasnya.

Senada, dewan pembina Piala Kemerdekaan Irwan Fecho mengutarakan selain mencari bibit-bibit andal si olah bundar, turnamen ini dimaksudkan untuk Sangkulirang di Kutim bisa sejajar dengan sepak bola Kaltim.

“Mengingat dari berdirinya Sangkulirang banyak pemain profesional sudah lahir bermain di Lapangan Rajawali. Nah, kita berusaha membangun lagi romantisme melestarikan sepak bola. Semoga saja, ada usulan di 2020, Sangkulirang punya stadion mini lokasinya berada di area Ronggang Sangkulirang Seberang terwujud,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Piala Kemerdekaan 2019 Basir melaporkan peserta yang mendaftar berjumlah 33 klub sepak bola siap bersaing dan menjadi yang terbaik untuk merebut hadiah sebesar Rp 50 Juta terbagi menjadi juara, runner up, dan tempat ketiga. Walaupun turnamen level tarkam, panitia membuat turnamen ini layaknya event profesional diantaranya bekerja sama dengan Polsek Sangkulirang dalam pengamanan dan RSUD Pratama Sangkulirang menangani medis.

“Jadi jika ada provokator dalam turnamen ini, aparat akan bertindak tegas dan langsung memasang borgol ke pemicu kerusuhan. Sedangkan untuk penanganan medis untuk cedera pemain, petugas medis sudah bersiaga di pinggir lapangan,” ujarnya.

Basir menambahkan untuk partai pembuka ini, masyarakat yang menonton digratiskan. Untuk partai selanjutnya hingga final pada Rabu (25/8/2019) mendatang penonton akan dikenakan tarif semampunya. Nantinya tarif sukarela ini akan dibelikan menjadi door prize.

“Ya artinya uang dari warga yang menonton, kembali lagi ke penonton. Intinya membangun kebersamaan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74 lewat Piala Kemerdekaan Sangkulirang,” tutupnya. (hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dua Pelajar Kutim Go Internasional

SIAP PRESTASI: Adjri dan Hazard saat dilepas Plt