SIMBOLIS: Seskab Irawansyah menyerahkan secara langsung pupuk kompos, pupuk sp 36, pupuk urea, alat kompor gas, mixer, dan blender kepada peserta sekolah lapang tambak dan pengelolaan UMKM kelas kuliner. (Foto: Irfan Humas)

KALIORANG-Masyarakat yang tergabung dalam kelompok budidaya perikanan Coalindo Persada Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang bekerjasama dengan PT Indexim Coalindo melakukan terobosan positif dalam menggairahkan potensi hasil laut yaitu memperkenalkan sekolah lapang tambak yang diklaim sebagai tempat pelatihan pertama pengelolaan tambak profesional di Kutim. Kegiatan berlangsung di Pantai Najwa berbatasan dengan Pantai Jepu-jepu dihadiri langsung Seskab Irawansyah, Camat Kaliorang Simon Salombe, Ketua Kelompok Tambak Coalindo Persada Johar, perwakilan Manajemen CSR Indexim Jacobus, dan sejumlah undangan lainnya.

Ketua Kelompok Tambak Coalindo Persada Johar melaporkan sekolah ini pertama kali digagas langsung oleh masyarakat Selangkau. Gayung bersambut kegiatan ini langsung disupport oleh Indexim. Ada 60 orang yang ikut dalam sekolah ini.

“Mereka berasal dari 3 kelompok tambak. Nantinya peserta akan dilatih oleh Instruktur dari Jakarta yaitu dari Bina Swadaya Konsultan selama 6 bulan, dan masyarakat terjun belajar di lapangan mengenai proses budidaya ikan bandeng dan udang windu. Tidak hanya itu peserta juga diajarkan bagaimana mengolah hasil perikanan kelas kuliner yang bisa menghasilkan produk UMKM seperti abon ikan, nugget bandeng, bandeng presto, stick ikan/udang, sari buah mangrove (es cream mangrove), kerupuk ikan/udang, dan ikan asin,” ujar Johar.

Johar menambahkan hasil dari sekolah ini, peserta dari masyarakat Selangkau bisa mengelola luasan tambak mencapai 80 hektare yang siap digarap.

“Ada bantuan excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KLP). Ditargetkan Selangkau bisa menjadi desa mandiri, lewat pengelolaan tambak ini juga bisa menjadi sektor pariwisata dan perikanan sebagai langkah awal. Saya berharap kontribusi Indexim terus bersinergi tidak hanya hari ini melainkan berkelanjutan,” paparnya.

Senada, perwakilan manajemen CSR Indexim Jacobus mengungkapkan ini komitmen perusahaan mendorong perkembangan tambak di Selangkau.

“Target menghasilkan 7 produk UMKM dari hasil budidaya tambak. Nantinya dalam proses muncul SOP untuk pengelolaan tambak yang baik. Kami harapkan SOP itu jadi panduan perizinan dan pengelolaan bisa berhasil. Kami juga mengharapkan jika ada kendala atau faktor hambatan, kami diberitahu untuk segera mencari solusinya. Desa Selangkau bisa menjadi contoh sekolah lapang tambak. Setiap proses jika ada masukan di share ke kami untuk perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Seskab Irawansyah mengapresiasi peluncuran sekolah lapang tambak ini. Menurutnya bagaimana petani tambak bisa menggarap hasil yang maksimal.
Dirinya menyatakan kedua belah pihak saling bersinergi.

“Peserta yang ikut pelatihan harus niat dan benar-benar belajar sesuai arahan instruktur. Ini momen harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh peserta. Selain sekolah lapang tambak, saya minta ada juga dialog diskusi maupun evaluasi pengelolaan tambak dan kemasan UMKM beserta pemasaran. Kita meningkatkan produksi harus juga ada pemasaran. Menggabungkan seluruh potensi yang ada,” tutupnya.(hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dua Pelajar Kutim Go Internasional

SIAP PRESTASI: Adjri dan Hazard saat dilepas Plt