Lestarikan Permainan Tradisional – Cara FA Kutim Tingkatkan Interaksi Anak

Lestarikan Permainan Tradisional – Cara FA Kutim Tingkatkan Interaksi Anak

126
0

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati bersama Forum Anak Kutim usai menggelar berbagai kegiatan lomba tradisional di Lapangan Taman Bersemi (Eks STQ), Minggu (25/8/2019).(Foto: Fuji Humas)

SANGATTA- Patut diwaspadai bersama, ternyata kemajuan teknologi dan lajunya arus moderenisasi membuat anak-anak lupa untuk berinteraksi dengan cara bermain bersama. Dilatarbelakangi hal itu, Forum Anak (FA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lantas menggelar berbagai kegiatan lomba tradisional di Lapangan Taman Bersemi (Eks STQ), Minggu (25/8/2019).

Ketua Forum Anak Kutim, Hari Puding menyebut kegiatan dimaksud selain sebagai upaya melestarikan permainan tradisional, juga sekaligus memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.

“Permainan tradisional seperti gerobak sodor, cina boy, voly balon air, tarik sarung dan masukan air dalam botol (tentunya) dapat melestarikan permainan masa kecil,” katanya.

Hari menjelaskan, kemajuan teknologi dan lajunya arus moderenisasi membuat jarang bermain bersama. Melalui kegiatan ini ia berharap dapat menambah solidaritas dan hubungan sosial antar anak-anak yang ada di Kabupaten Kutim. Tujuan terpentingnya tentu melestarikan permainan-permainan tradisional yang hampir punah.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mewakili kepala dinasnya turut mengapresiasi kegiatan dari FA Kutim tersebut. Menurut dia, kegiatan lomba dan permainan tradisional tersebut adalah murni berasal dari ide serta gagasan para pengurus FA Kutim.

“Permainan tradisional ini sangat bernilai positif dan perlu terus mendapat dukungan orang dewasa,” pungkasnya. (hms3)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ismu Tuntaskan P3DA X Lemhanas – Janji Implementasikan Ilmu Demi Kemajuan Daerah

Foto bersama Bupati Kutim H Ismunandar dengan peserta