Anggota pramuka Kutim terima piagam penghargaan yang langsung diberikan Wakil Ketua Kwarnas Bela Negara Brigjen TNI, Hasto Pratisto Yuwono. (foto: Jani Humas)

SANGATTA – Usai ukir prestasi mewakili Indonesia dalam jambore dunia di Virginia Barat, Amerika Serikat, ketiga anggota Pramuka Kutai Timur (Kutim) diberi piagam penghargaan dalam upacara Hari Pramuka ke 58 dan Perkemahan Antar Satuan Kerja (Peran Saka) se Kaltim yang berlangsung di lapangan Kantor Setkab Kutim, Selasa (17/9/2019).

Ketiganya adalah Rinanda Apriliya Maharani (siswi SMA Negeri 2 Sangatta Utara), Nadira Ramadhina Darmawan (siswi SMA Negeri 2 Sangatta Utara), serta Rani (siswi SMP Negeri 1 Kongbeng).

Penyerahan itu, disaksikan Majelis Pembimbing Daerah Kaltim Isran Noor, Ketua Kwartir Pramuka Cabang Kutim Kasmidi Bulang, beberapa Kepala OPD Kutim dan seluruh peserta pramuka upacara Hari Pramuka ke 58 dan Peran Saka se Kaltim.

Ditemui usai upacara berlangsung Rinanda mengungkapkan rasa bahagianya menerima piagam yang langsung diberikan Wakil Ketua Gerakan Kwartir Pramuka Nasional Bidang Bela Negara Brigjen TNI Hasto Pratisto Yuwono. Ia mengutarkan pengalaman saat mengikuti jambore harus menggunakan bahasa Inggris. Karena seluruh negara dunia berkumpul mengikuti dari Amerika sebagai tuan rumah, Inggris, Norwegia dan lain-lain.

“Perasaan saya pastinya senang sekali, bangga dan tidak menyangka kalau bisa kesana membawa nama Indonesia. Jadi, ada perasaan bangga dengan diri sendiri. Dukungan pasti dari orang terdekat, orang tua, keluarga, sekolah, Kwarcab, Kwarda, Kwarnas bahkan dari Presiden RI Joko Widodo juga sempat memberikan dukungan waktu penerimaan dan pelepasan sebelum kita berangkat dan kembali diterima oleh bapak Presiden RI,” jelasnya.

Ia menerangkan beberapa ilmu yang diterapkan disana bakal dibagi dengan kawan-kawan pramuka di Kutim seperti banyaknya teman baru yang ditemui, budaya baru, dan banyak kegiatan untuk menambah pengalaman lainnya.

Senada, Nadira menjelaskan dia dan teman-teman dalam kegiatan itu lebih berbagi kebudayaan contohnya seperti Norwegia mereka menyampaikan tentang tradisinya, kemudian Ia berserta kawan-kawan anggota pramuka Indonesia juga mengenalkan tradisi dan merekomendasi wisata yang ada di Indonesia.

 “Kita pun berbagi Scarf Pramuka, misalnya kita tukar garuda mereka kasih Scarf bendera mereka ataupun seragam,” katanya.

Ia mengatakan saking asiknya jambore tersebut dirinya bersama teman-teman ingin mengikuti kembali namun terkendala umur kedepan hanya bisa jadi peserta di jambore dunia Korea Selatan.

Selain 3 remaja pramuka itu, ada 2 guru yang mengikuti APR Workshop di Hongkong sebagai peserta. Guru itu bernama Hasrul dan Akhmad Kusnaim dari SMA Negeri 2 Sangatta utara juga mendapat penghargaan diberikan dimomen yang sama. (hms7)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,