Hadapi Perlambatan Ekonomi, Kutim Terapkan 5 Jurus Jitu

Hadapi Perlambatan Ekonomi, Kutim Terapkan 5 Jurus Jitu

23
0

Suasana rapat paripurna istimewa IV DPRD Kutai Timur memperingati HUT ke 20 Kutai Timur.(Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA-Pertumbuhan ekonomi daerah yang mengalami perlambatan pada Tahun 2016, sangat dipengaruhi oleh kondisi  perekonomian global, regional dan nasional. Hal ini berpengaruh langsung terhadap fiskal daerah. Kebijakan fiskal pemerintah pusat, khususnya berkaitan dengan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), berpengaruh secara signifikan terhadap besaran APBD dan kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Menghadapi masa-masa sulit dibidang keuangan daerah, Pemkab  Kutim tetap optimis menghadapi tantangan tersebut dan telah melakukan upaya-upaya antara lain efisiensi dalam budgeting (anggaran), penyusunan program prioritas dan terukur, pengendalian secara berkala melalui kegiatan coffee morning, mengupayakan pendanaan alternatif dari sumber-sumber lain seperti APBN dan APBD Provinsi untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah serta  meningkatkan peran semua pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah, termasuk di dalamnya adalah optimalisasi program CSR  (Corporate Social Responsibility),” jelas Kasmidi di hadapan anggota DPRD saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kutim pada Sidang Paripurna Istimewa IV dalam rangka menyambut HUT ke 30 Kutim, Jumat (11/10/2019).

Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional, regional maupun daerah yang belum memadai, serta kemampuan belanja daerah yang terbatas, Pemkab Kutim bertekad agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah tetap berjalan dengan baik, dan dapat mencapai sasaran dan target pembangunan yang telah ditetapkan.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan beberapa kemajuan pelaksanaan pembangunan yang sudah diraih antara lain laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Tanpa Migas dan Batu Bara Tahun 2017 sebesar 1,14% meningkat menjadi 2,93%. Sedangkan dengan Migas dan Batu Bara pada Tahun 2017 sebesar 1,07% dan meningkat menjadi 1,49% Tahun 2018,” ujar Kasmidi.

Berikutnya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli, meningkat dari 71,91 persen pada 2017 menjadi 72,45 persen di 2018. Sementara Indeks Kedalamam Kemiskinan (IKK), tahun 2017 mengalami penurunan dari 9,29 persen menjadi 9,20 persen pada 2018.

“Hal ini menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk, mengindikasi penurunan kesenjangan pengeluaran dari penduduk miskin terhadap garis kemiskinan,” jelasnya.

Sedangkan indikator Angka Harapan Hidup (AHH)  meningkat,  dari 72,4 persen pada 2017 menjadi 72,5 persen di 2018. Indikator Pendidikan Masyarakat dengan Angka Rata-Rata Lama Sekolah mengalami peningkatan dari 8,72 persen pada 2017 menjadi 9,06 persen di 2018.(hms4)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,