Bupati Kutim H Ismunandar menyerahkan pidatonya kepada Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih setelah dibacakan Wabup H Kasmidi Bulang dihadapan anggota DPRD, FKPD, para pejabat esselon, kepala OPD serta tamu undangan lainnya. (Foto: Wal Hedir Humas)

SANGATTA – Sehari sebelum upacara peringatan hari jadi ke -20 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten menyampaikan perkembangan pembangunan di Kutim. Khususnya pembangunan empat tahun terakhir, di kepemimpinan Bupati H Ismunandar dan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang. Perkembangan tersebut, disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa IV masa siding 1 tahun sidang 2019/2020 DPRD Kutim, yakni mendengarkan Pidato Bupati Kutim dalam Peringatan HUT ke-20 Kabupaten Kutim, Jum’at 11/10/2019 diruang sidang utama DPRD Kutim yang dipimpin Ketua DPRD Hj Encek UR Firgasih didampingi Wakil Ketua Asti Mazar dan Arfan.

Dalam pidato Bupati, yang dibacakan Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang, disampaikan sembilan indikator perkembangan pembangunan di Kutim.

Pertama, perkembangan ekonomi di Kutim, ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Diketahui, laju pertumbuhan PDRB Tanpa Migas dan Batu Bara tahun 2016 sebesar 1,14 persen meningkat menjadi 2,93 persen. Sedangkan dengan migas dan batu bara tahun 2017 sebesar 1,07 persen dan meningkat menjadi 1,49 persen tahun 2018.

Dua, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli meningkat dari 71,91 persen tahun 2017 menjadi 72,45 persen tahun 2018.

Tiga, indeks kedalaman kemiskinan tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dari 9,29 persen menjadi 9,20 persen tahun 2018. Ini menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk, mengindikasi penurunan kesenjangan pengeluaran dari penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Empat, indikator kesehatan masyarakat Kabupaten Kutim dengan Angka Harapan Hidup (AHH) yang meningkat, dari 72,45 persen pada tahun 2017 menjadi 72,51 tahun 2018.

Lima, indikator pendidikan masyarakat Kabupaten Kutim dengan angka rata-rata lama sekolah, mengalami peningkatan dari 8,72 persen tahun 2017 menjadi 9,06 persen tahun 2018.

Enam, bidang pembangunan infrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningakatan. Yakni, panjang jalan di wilayah Kabupaten Kutim adalah sepanjang 285,00 km dan jalan sepanjang 1.105,76 km. Dari jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Kutim tahun 2017 sepanjang 412,00 km (37,26 persen) selebihnya masih membutuhkan upaya peningkatan perbaikan kualitas jalan.

Kemudian, luas irigasi dalam kondisi baik, tahun 2017 sebesar 54,94 persen meningkat ditahun 2018 menjadi 57,416 persen. Sampai tahun 2017 telah terbangun irigasi pengelolaan air (IPA) diseluruh Kecamatan dan beberapa desa, baik dari PDAM maupun yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. PDAM Kutim telah memberikan cakupan layanan ke 39 desa, dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 249.701 jiwa, melalui program SPAMDES dan PAMSIMAS. IPA berbasis pemberdayaan masyarakat telah terbangun 20 unit di 20 desa, dengan cakupan penduduk terlayani mencapai 31.120 jiwa. Dengan demikian, jumlah cakupan pelayanan telah mencapi 59 desa dengan total penduduk terlayani sebanyak 280.821 jiwa atau 67,08 persen. Hal tersebut meningkat, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang terlayani pada tahun 2016 sebanyak 252.131 jiwa atau 49,42 persen.

Pada tahun 2017 telah terbangun Water Treatment Plant (WTP) di Soekarno Hatta tahap I dengan debit 50 liter/detik dan saat ini sedang dibangun untuk tahap II dengan debit 50 liter/detik. Dengan demikian jumlah penyediaan air baku bagi masyarakat khususnya wilayah Sangatta akan tersedia secara memadai, sehingga dibutuhkan peningaktan penyediaan jaringan untuk distribusi ke masyarakat.

Selanjutnya, jumlah KK yang berlistrik tahun 2017 sebanyak 84,704 KK (88,05 persen) dan tahun 2018 sebanyak 108,274 KK (88,12 persen). Rasio ketersediaan listrik tahun 2017 sebesar 0,65 meningkat menjadi 0,86 tahun 2018. Hal ini didukung oleh permintaan ekses power energi terbarukan dari beberapa perusahaan perkebunan dan terbangunnya PLTU milik tambang Sangatta sebesar 3 x 18 MW, dimana kouta mendapatkan suplai sebesar 18 MW, serta percepatan koneksi dengan jaringan sitem Mahakam diKabupaten Kutim.

Tujuh, pembangunan dibidang pertanian dalam arti luas pada sub sektor tanaman pangan ditunjukkan oleh produktivitas beberapa komoditas unggulan yakni, padi sawah tahun 2017 produktivitas 49,86 Kw/Ha meningkat menjadi 50,43 Kw/Ha gabah kering panen pada tahun 2018. Padi ladag tahun 2017 produktivitas 25,85 Kw/Ha meningkat pada tahun 2018 menjadi 26,30 Kw/Ha gabah kering panen. Jagung tahun 2017 produktivitas 2,14 Ton/Ha meningkat pada tahun 2018 menjadi 2,75 Ton/Ha pipilan kering. Ubi kayu tahun 2017 produktivitas 13,09 Ton/Ha meningkat pada tahun 2018 menjadi 14,05 Ton/Ha

Sub sektor perkebunan ditunjukkan oleh perkembangan produksi karet tahun 2017 mencapai 970,73 ton/ha dan pada tahun 2018 sebesar 907,21 ton/ha. Produksi kelapa sawit tahun 2017 mencapai 5.874.980,93 juta ton dan ditahun 2018 sebesar 5.275.877,28 juta ton. Produksi lada tahun 2017 mencapai 127,34 ton/ha dan pada tahun 2018 menjadi 119,01 ton. Produksi kelapa tahun 2017 mencapai 1.094,40 ton dan pada tahun 2018 menjadi 695,75 ton. Produksi aren tahun 2017 mencapai 32,60 ton dan tahun 2018 menjadi 30,47 ton

Delapan, fasilitas pasar yang terbangun pasar yang terbangun hingga tahun 2016 sebanyak 3 unit, pada tahun 2017 dibangun 1 unit dan tahun 2018 dibangun 7 unit. Dengan demikian hingga tahu 2018 telah terbangun 11 pasar.

Sembilan, Indeks Pembangunan Desa, yang diukur berdasarkan 5 indikator dasar yaitu pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, aksesibilitas atau transportasi, pelayanan umum dan penyelenggaraan pemerintahan. Tahun 2015 IPD sebesar 56,37, tahun 2016 sebesar 57,74 dan tahun 2017 sebesar 60,29. Tahun 2015 Desa tertinggal sebanyak 23 desa, pada tahun 2017 desa tertinggal turun menjadi 12 desa. Desa berkembang tahun 2015 sebanyak 108 desa, tahun 2017 menjadi 119 desa. Desa Mandiri tahun 2015 sebanyak 4 desa, tahun 2017 menjadi 8 desa. (hms15)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,