KOMPAK: Bupati Ismunandar (baju putih) tampak gemulai menari Tobelo bersama jajaran FKPD dalam Puncak HUT 20 Kutim. (Foto: Jani Humas)

SANGATTA-Usai menjadi Inspektur Upacara dalam Peringatan HUT ke 20 Kutai Timur (Kutim), Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD)  dan pimpinan DPRD Kutim tampak bersemangat dan atraktif dalam gerakan menari Tobelo yang dibawakan oleh para 200 penari siswi SMPN 1 Sangatta Utara di Lapangan Kantor Bupati, Sabtu (12/10/2019). Tarian yang berasal dari Halmahera Utara itupun kini tengah populer dan banyak dilakukan oleh masyarakat diberbagai kegiatan.

“Tarian, senam atau goyangan Tobelo ini diiringi dengan musik yang ceria dan enak didengar, goyangan ini mampu membuat kita bahagia,” terang Bupati Ismunandar yang tampak gagah mengenakan baju tawau khas Kesultanan Kutai berwarna putih.

Menurut pria yang bergelar Pangeran Surya Praja itupun tidak lain untuk meningkatkan rasa cinta kita kepada tarian daerah khas Indonesia, dan mengasah kreatifitas di bidang kebudayaan, sehingga kita mampu menciptakan suatu kreasi baru yang berakar dari tradisi Nusantara.

“Saya berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan, karena memiliki manfaat yang besar utamanya membuat tubuh menjadi segar dan bugar sekaligus menjadi perekat dan silaturahim. Momen di HUT Kutim ini seluruh hadirin yang datang pun bisa bersenang-senang menari Tobelo,” jelas Ismu.

Selain menyenangkan untuk dilakukan karena diiringi musik, senam Tobelo juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh yang ternyata jarang diketahui oleh banyak orang. Senam Tobelo diambil dari nama sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Senam, goyangan, atau apapun dinamakannya ini tidak lepas dari lagu Hioko Tobelo II yang juga sama tenarnya di kalangan masyarakat setempat.

“Senam atau goyang tobelo ini cukup sederhana kurang lebih mirip dengan senam poco-poco atau gemu pamire yang dulu juga sempat populer di masyarakat. Di dua tahun belakangan ini, Senam Tobelo menjadi tenar karena karakter lagunya yang meriah, sehingga tidak sedikit yang bergoyang saat lagu ini diperdengarkan pada beberapa acara dan kesempatan,” tutup Rahmat salah satu warga Kutim yang ikut menari.(hms13)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1.919 Pelamar Berebut 136 Formasi CPNS Kutim

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim,